Berita » Perdalam Deskripsi Kedelai Grobogan: Dispertan TPH Kabupaten Grobogan Berkunjung ke Balitkabi

1-grob-3

Kedelai varietas Grobogan merupakan kedelai lokal Kabupaten Grobogan yang dilepas Mentan pada tahun 2008. Perkembangan budidaya kedelai ini telah berkembang pesat di Kabupaten Grobogan. Agar produktivitas dan kemurnian benih varietas Grobogan tetap terjaga maka para petugas, penyuluh, penangkar benih, dan petani harus paham tentang ciri-ciri benih tersebut. “Harapan kami setelah berkunjung ke Balitkabi, informasi lengkap tentang ciri-ciri kedelai varietas Grobogan bisa kami dapatkan sehingga kami bisa membedakan dengan varietas lainnya”, ungkap Sekretaris Dispertan TPH Kabupaten Grobogan, Ir. Bustani Efendi. Kunjungan Dispertan TPH Kab Grobogan ke Balitkabi berlangsung dua hari,10-11 Juli 2012. Jumlah peserta 44 orang, terdiri dari staf Dispertan TPH, petugas UPT, penyuluh, dan petani. Kegiatan hari pertama adalah kunjungan lapangan meliputi kunjungan ke Kebun Percobaan yang berlanjut ke Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS), kemudian kunjungan ke laboratorium pangan dan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL).

Pemaparan materi dilakukan pada hari kedua, Kamis, 11 Juli 2012, di Sahid Hotel Montana, Jln. Kahuripan 9 Malang, dengan narasumber beberapa peneliti Balitkabi. Setelah materi Profil Balai yang disampaikan oleh Winarto, SP, Seksi Jasa Penelitian, dilanjutkan materi Uji Multi Lokasi (UML) galur-galur kacang hijau, dipaparkan oleh Ir. M. Anwari, MS, Pemulia kacang hijau sekaligus Wakil Direktur UPBS. Materi pemurnian benih kedelai Grobogan disampaikan oleh Ir. Suhartina, MS dan diakhiri materi OPT pada kedelai dan kacang hijau dipresentasikan oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS.

Kepala kebun Kendalpayak, Ir. Margono Rachmad, MS memperkenalkan beberapa varietas unggul kedelai rakitan Balitkabi di lokasi pertanaman kedelai KP Kendalpayak.

Setelah penjelasan dari Bpk. Anwari tentang varietas kacang hijau dan UML diharapkan rombongan dari Kab. Grobogan bisa menentukan varietas kacang hijau yang cocok untuk dikembangkan di daerahnya. Sedangkan Ir. Suhartina, MS menjelaskan diskripsi benih kedelai varietas grobogan, meliputi: tipe pertumbuhan determinate, warna hipokotil ungu, warna epikotil ungu, warna daun hijau, warna bulu batang coklat, warna bunga ungu, berbiji besar, warna kulit biji kuning muda, warna polong tua coklat, warna hilum biji coklat, bentuk daun lanceolate (oval,bulat kecil ujung lancip), percabangan 1-2 cabang, umur berbunga 30-32 hari, umur masak ±76 hari, tinggi tanaman 50-60 cm, bobot biji ±18 gram/100 biji, rata-rata hasil 2,77 ton/ha, potensi hasil 3,40 ton/ha, kandungan protein 43,9%, kandungan lemak 18,4%, sifat lain polong masak tidak mudah pecah, saat panen 95%-100% daun luruh. Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS mengungkapkan karat kedelai disebabkan oleh Phakospora pachyirizi bisa dikendalikan dengan sanitasi dan fungisida anjuran. Di penghujung acara Bpk. Kamal, Ka.Bid. Pangan menyerahkan cindera mata kepada Balitkabi, diterima oleh Bpk. Anwari. “Selamat jalan, semoga banyak manfaat yang bisa diperoleh dari silaturrahmi ini dan kacang hijau lokal Grobogan juga bisa go nasional seperti kedelai varietas grobogan”, ungkap Bpk. Anwari penuh harapan.

Selain kedelai, beberapa varietas dan calon varietas unggul kacang hijau turut pula diperkenalkan Pak Margono.