Berita » Petani Kacang Hijau Indonesia Tidak Kalah dengan Petani Australia

1-taufiq-5

Varietas

Varietas kacang hijau di Australia tidak sebanyak di Indonesia, yaitu Berken, Crystal, Emerald, White Gold, Satin, Regur, Green,  Diamond, dan Celera. Di antara varietas-varietas tersebut, yang paling terkenal dan banyak ditanam adalah Crystal dan Satin karena daya adaptasinya luas dan produksinya tinggi. Standart kacang hijau yang baik adalah mempunyai ukuran biji 2 mm dan mempunyai warna biji hijau mengkilat.

 

Teknik Budidaya

Lahan yang luas dan mahalnya tenaga kerja mengharuskan melakukan mekanisasi. Dengan mekanisasi, jarak tanam yang umum adalah 90 cm antar baris dan jarak dalam baris sembarang, yang penting populasi yang ingin dicapai adalah 20-30 tanaman/m2. Pemupukan tidak banyak dipermasalahkan karena sudah menggunakan pedoman sesuai kesuburan tanah. Meskipun potensi hasil dari varietas yang ada dapat mencapai 2,7 t/ha, tetapi produksi riil yang bisa dicapai 1,2-1,9 t/ha. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pertumbuhan pertanaman (menurut saya) tidak terlalu bagus, bahkan masih bagus pertanaman kacang hijau di Indonesia asal dengan teknik budidaya yang baik. Hasil di Indonesia bisa mencapai 1,7 t/ha dengan umur panen 56-60 hari, sedangkan di Australia panen umur 105-115 hari. Penelitian untuk peningkatan produksi yang dianggap inovatif adalah menambah populasi tanaman, dari 2 baris setiap 90 cm menjadi 4 baris setiap 90 cm. Umur panen 105-115 hari sudah dianggap pendek sehingga breeding kearah umur yang lebih genjah tidak mendapat perhatian serius. Kita harus lebih bersyukur, karena mempunyai kacang hijau yang berumur panen 56 hari.

Keragaan kacang hijau varietas Crystal (fase berbunga) di lokasi Tabinga – Kingaroy. Jarak antar baris 90 cm (kiri) dan keragaan kacang hijau varietas Crystal (fase 50% polong hitam) di lokasi Tabinga – Kingaroy (kanan)

Pertanaman kacang hijau yang saya lihat di lapang tidak sebagus foto-foto yang sering saya lihat di publikasi. Banyak masalah hama dan penyakit yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan meskipun tekniknya sudah maju. Barangkali kita saja yang kurang professional memotret atau kamera kita yang kurang bagus.


Keragaan polong dan biji kacang hijau varietas Crystal (kiri) dan pertanaman percobaan populasi tanaman yang siap panen (sengaja disemprot herbisida agar bisa panen sekali). Lokasi Tabinga – Kingaroy (kanan)

Hal yang menarik adalah penggunaan herbisida berbahan aktif glifosat untuk mematikan kacang hijau agar bisa dipanen serempak. Pemanenan menggunakan mesin mengharuskan kacang hijau tua serempak, tapi itu sulit didapatkan karena sifat pembungannya yang indeterminate. Sehingga jalan pintas yang ditempuh adalah menyemprot dengan herbisida pada saat mayoritas polong yang hijau sudah berisi penuh. Hal yang “aneh ini” perlu dicoba di Indonesia, mengingat petani sering menanyakan “apakah kacang hijau bisa dipanen sekali seperti kedelai”.

Penyakit kacang hijau di Australia yang sulit dikendalikan

Pendapatan usahatani

Biaya usahatani kacang hijau di Australia dengan tingkat hasil 1,2-1,9 t/ha adalah $AUS 293-504 atau sekitar Rp 2.783.000-4.788.000 (1 $AUS = Rp 9.500). Harga jual kacang hijau $AUS 575/ton atau setara Rp 5.460/kg.  Keuntungan yang diperoleh $AUS 397-588/ha atau sekitar Rp 3.770.000-5.590.000. Biaya produksi kacang hijau di Indonesia Rp 2.500.000-3.500.000/ha, tapi harga jual Rp 8.000-12.500/kg. Dengan  tingkat hasil yang relative sama, biaya lebih murah, dan harga jual lebih tinggi, maka pastinya akan lebih banyak keungungannya. Permasalahannya, skala usahatani petani di Indonesia sangat kecil. Jadi masalah utamanya bukan produktivitas yang “kurang tinggi” tetapi skala usahanya yang kurang besar. Bisakah permasalah ini dipecahkan dengan penelitian? Soal efisiensi usahatani, kacang hijau di Indonesia, menurut saya, sudah lebih efisien.

Mari kita bangun semangat petani Indonesia dengan tidak merendahkan statusnya di mata dunia. Semboyan “right or wrong is my country” bukan berarti membela keburukan tetapi kita harus bisa manampilkan ke mata dunia sesuatu yang baik-baik sehinga menjadi bangga dengan INDONESIA.