Berita ยป Petani-Pengrajin Malang: Ubikayu Malang-4 Kalahkan Cecek Ijo!

Pak Sukandar dengan mesin dan tempat usaha pembuatan pati skala home industry

Cecek Ijo adalah varietas ubikayu lokal yang sangat terkenal di kalangan petani di Kabupaten Malang. Rasanya pahit, produktivitasnya tinggi, dapat dipanen umur 10 bulan hingga 1 tahun. Varietas lokal tersebut juga banyak diminati oleh petani dari luar Kabupaten Malang, seperti petani Grobogan (Jawa Tengah), petani Bima (NTB), Kalimantan dan bahkan Papua.

Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah sentra ubikayu di Kabupaten Malang. Dalam 5 tahun terakhir, harga ubikayu di tingkat petani berfluktuasi dari Rp 750/kg hingga Rp 1.200/kg umbi segar. Mayoritas petani menjual ke pedagang pengumpul dalam bentuk umbi segar.

Petani ubikayu di wilayah tersebut termasuk petani maju dan bisa menghasilkan ubikayu 80-100 t/ha ubi segar. Tingginya produktivitas tersebut karena pengelolaan yang baik, misalnya tanam pada guludan, populasi tanaman ideal, pengelolaan pupuk yang baik (dosis hingga 450 kg/ha Urea dan 150 kg/ha SP36) serta penggunaan pupuk kandang (dosis hingga 5 t/ha). Di wilayah ini, petani umumnya menanam varietas lokal (Cecek Ijo) secara monokultur atau ditumpangsarikan dengan jagung dengan populasi 8.000-10.000 tanaman/ha. Menurut petani, varietas Cecek Ijo produktivitasnya sangat tinggi, sehingga mereka sangat sulit menerima varietas lainnya. Varietas lokal tersebut sangat diminati petani tidak hanya di Kabupaten Malang, tetapi juga petani di wilayah lain di Indonesia. Mereka biasa melayani permintaan stek dari Jawa Tengah, NTB, Kalimantan dan bahkan Papua.

Pak Sukandar di antara tanaman ubikayu Malang 4 yang di uji di lahannya

Pada tahun 2011/2012, Balitkabi melakukan penelitian pemupukan menggunakan varietas unggul Malang 4 di lahan milik Bapak Sukandar. Dari segi keragaan pertumbuhan, petani sangat tertarik karena pertumbuhannya mengalahkan Cecek Ijo dan responsif terhadap pemupukan. Menurut Pak Kandar (panggilan akrab Sukandar), pertanaman ubikayu di lahannya tersebut sering digunakan temu lapang oleh Dinas Pertanian Kabupaten Malang, dan bahkan pada bulan Nopember 2012 digunakan obyek temu lapang yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur.

Pak Kandar semakin penasaran dengan varietas Malang 4, apa betul varietas tersebut kandungan patinya tinggi seperti yang sering disampaikan oleh peneliti Balitkabi. Pak Kandar, selain penanam ubikayu, dia juga punya usaha pembuatan pati dalam skala kecil, yang tergabung dalam kelompok tani Jati Subur. Rasa penasaran Pak Kandar tersebut direspons dengan mencoba mengolah ubikayu varietas Malang 4 yang dipanen dari lahannya menjadi pati dan dia bandingkan dengan varietas lokal Cecek Ijo.

Dari hasil pengujiannya, dari 1 ton umbi segar varietas Malang 4 menghasilkan pati sebanyak 240 kg atau kandungan patinya 24%, sedangkan dangan varietas Cecek Ijo menghasilkan pati 200 kg atau kandungan patinya 20%. Dengan hasil tersebut, Pak Kandar semakin percaya bahwa Malang 4 lebih unggul dibandingkan Cecek Ijo. Di lahannya, Malang 4 produktivitasnya mencapai 82 t/ha umbi segar. Dia pun banyak bercerita ke petani lain, dan alhasil banyak petani yang memesan stek Malang 4 (kebetulan saat ini di lahannya ditanami Malang 4).

AT/AW