Berita » Policy Brief Profesor Riset Se-Malang Raya Dibahas di Balitkabi

1-fkpr-2

Pimpinan Badan Litbang Pertanian terus mendorong agar para peneliti, khususnya para peneliti senior yang tergabung dalam Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) Kementerian Pertanian, terus menulis dan menyampaikan Policy Brief (PB). Menteri Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian, dan Para Pimpinan Badan Litbang Pertanian/LPNK menghendaki agar setiap keputusan yang diambil oleh para pemutus kebijakan di dalam dan di luar Kementan, sebanyak mungkin berdasarkan hasil kajian ilmiah, yang lebih banyak mempertimbangkan hasil penelitian (Reseach based decision making). PB adalah salah satu media yang dapat dipakai untuk keperluan tersebut. PB kerap didefinisikan sebagai sebuah dokumen yang menguraikan secara rasional dalam pemilihan alternatife kebijakan tertentu atau tindakan apa yang perlu diambil dalam menjawab permasalahan/ “debat” kebijakan saat ini (responsife) atau pada masa yang akan datang (antispatif). Oleh karena itu, PB intinya adalah membahas sebuah isu yang spesifik yang memenuhi 3 kriteria: 1) isu dan permasalahan kontemporer/mutakhir yang jelas dapat dibedakan dari yang telah ada, 2) sebagai alternatife atas kebijakan yang sedang dilaksanakan, karena kebijakan sekarang itu lemah atau keliru, tidak lengkap, terlalu mahal dsb. 3) didukung data atau hasil penelitian untuk meyakinkan target hingga dapat digunakan untuk sebuah pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Diskusi PB Profesor Riset dibahas di Balitkabi Malang pada tanggal 5 November 2012 dipandu oleh: Prof. Dr. Sumarno dari FKPR Badan Litbang Pertanian. Sebanyak 10 Profersor Riset se-Malang Raya orang telah menyampaikan 8 PB, 7 PB di antaranya dipersiapkan oleh 6 orang Profesor dari Balitkabi.

Kepala Balitkabi Dr. M. Muchlis Adie dalam kata sambutannya mengucapakan terima kasih atas kepercayaan Litbang Pertanian kepada Balitkabi untuk menyelenggarakan pembahasan PB Profesor Riset se Malang Raya. PB yang dipersiapkan Profesor Balitkabi adalah: 1) Memanfaatkan lahan tegakan hutan perum perhutani untuk meningkatkan produksi ubikayu (Prof. Dr. Nasir Saleh), 2) Benih Kedelai Tidak Perlu Impor (Prof. Dr. Marwoto), 3) Harga kedelai segera disesuaikan (Prof. Dr. Marwoto), 4) Pemberdayaan lahan sawah masam untuk mendukung pencapaian swasembada kedelai tahun 2014 (Prof. Dr. Sudaryono), 5) Penyelamatan plasma nutfah tanaman pangan varietas lokal (Prof. Dr. Asatnto Kasno), 6) Beberapa keuntungan dapat diraih dengan pemanfaatan lahan sawah rawan kekeringan untuk perluasan areal tanam menuju swasembada kedelai (Prof. Dr. Subandi), 7) Upaya mencapai swasembada kedelai tidak kunjung tercapai: Apa yang perlu dibenahi (Prof. Dr. Arief Harsono). Satu PB dari Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis adalah Strategi peningkatan produksi tebu rakyat untuk mendukung swasembada gula 2014 (Prof. Dr. Subyakto).

Banyak masukkan selama diskusi, yang diberikan kepada penyaji PB dan selanjutnya dipakai sebagai bahan perbaikan PB. Komitmen bersama PB diharapkan masuk di FKPR pada 19 November 2012.

Diskusi PB Profesor Riset di Aula Utama Balitkabi, Senin (5/11/2012)