Berita » Potensi Karotenoid untuk Penguatan Pangan Fungsional

Selasa, 11 Oktober 2016 di Aula Balitkabi diadakan kegiatan rutin seminar internal. Pemateri berasal dari PUI Pigmen Material Aktif, Universitas Ma Chung dan dihadiri oleh seluruh peneliti dan teknisi lingkup Balitkabi. Kegiatan dibuka oleh Dr. Andy Wijanarko mewakili Kepala Balai Balitkabi dan Dr. M. Muchlis Adie sebagai Ketua PUI Balitkabi.

Dr. M. Muchlis Adie menyatakan bahwa inisiasi kerja sama penelitian dengan Universitas Ma Chung sudah mulai dilakukan dan akan ditindaklanjuti dengan MoU. Pemateri dari Universitas Ma Chung diwakili oleh Tatas H.P. Brotosudarmo dan Heriyanto.

13-10-16

Judul Materi adalah “Komposisi dan Kandungan Pigmen Karotenoid Dominan Ubijalar (Ipomoea batatas L.) Varietas Lokal dan Unggul serta Potensinya sebagai Pangan Fungsional”. Latar belakang penelitian tersebut adalah pertambahan jumlah penduduk dan penurunan produktivitas padi perlu diiringi dengan upaya diversifikasi pangan.

Ubijalar dapat dikembangkan untuk program tersebut, karena kaya akan β-karoten dan antioksidan. Materi penelitian adalah varietas lokal dan varietas unggul koleksi Balitkabi. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah proses pengukusan ubijalar secara umum menurunkan kadar air, tingkat kecerahan, tingkat kemerahan, dan tingkat kekuningan, absorbansi, kandungan pigmen trans-β-karoten, aktivitas antioksidan, dan pro-vitamin A.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut juga diketahui bahwa ubijalar dari Indonesia lebih memiliki potensi sebagai pro-vitamin A dibandingkan dengan ubijalar di Kenya.

Diskusi selama seminar berlangsung cukup menarik. Mengingat bahwa ubijalar merupakan salah satu komoditas yang menjadi tupoksi Balitkabi, pertanyaan dan saran dari peneliti cukup banyak dan detail. Diantaranya Prof. Dr. Sudaryono, Dr. Suharsono, Ir. Yudi Widodo, M.S dan Ir. I Ketut Tastra, M.S. Perlu penelitian lebih lanjut bagaimana cara untuk mempertahankan kandungan β-karoten akibat pengukusan dan pada suhu berapa β-karoten mengalami penurunan. Perlu diperhatikan penanganan pasca panen dan seberapa jauh efek penurunan kandungan β-karoten akibat pengukusan terhadap ubijalar sebagai pangan fungsional bagi masyarakat. Saran-saran tersebut sangat diapresiasi oleh pemateri untuk penelitian lebih lanjut. Diharapkan dari kegiatan ini, kerja sama Balitkabi dan Universitas Ma Chung dapat semakin ditingkatkan untuk mengangkat ubijalar sebagai pangan fungsional.

PHP/RA/KN