Berita ยป Potensi Pengembangan Ubi Kayu di Lahan Perkebunan Sawit, Sukabumi

Perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Sukabumi dari tahun ke tahun semakin meluas. Beberapa lahan perkebunan karet milik PTPN VIII dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit. Hingga tahun 2020 luasan lahan kelapa sawit belum menghasilkan mencapai ribuan hektar. Jika kita melintasi ruas jalan di sekitar Kecamatan Cikembar dan Kecamatan Warungkiara terlihat bentangan lahan kelapa sawit belum menghasilkan yang cukup luas. Lahan ini sebenarnya memiliki potensi cukup bagus untuk dimanfaatkan sebagai lahan pengembangan komoditas ubi kayu.

Pemanfaatan lahan di sela antarbaris tanaman kelapa sawit sudah banyak dikembangkan di luar pulau Jawa. Di daerah Sumatra seperti Lampung, Jambi, Palembang, Riau dan Sumatera Utara banyak petani kelapa sawit memanfaatkan lahan diantara barisan kelapa sawit untuk ditanami ubi kayu. Potensi ini cukup menarik karena petani dapat memperoleh hasil pertanian dari lahan yang dikelola setiap tahun sebelum tanaman sawit dapat dipanen. Setidaknya petani masih memiliki kesempatan panen ubi kayu selama 3 (tiga) kali sebelum kanopi sawit saling menutupi dan menghasilkan buah. Jika potensi ini dimanfaatkan dengan baik, petani maupun perkebunan selaku pemilik kelapa sawit dapat saling memperoleh keuntungan. Bagi perkebunan dapat memperoleh keuntungan karena dapat menekan biaya pemeliharaan berupa pengendalian gulma sedangkan bagi petani memperoleh keuntungan dari segi ekonomi.

Jarak tanam antar kelapa sawit umumnya 9 m x 8 m. Jika pertanaman ubi kayu ditanam pada ruang antar baris 9 meter pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan, ruang yang dapat dimanfaatkan dapat mencapai 5 meter hingga 6 meter pada tahun pertama hingga berkurang menjadi tiga meter saja pada tahun ketiga. Artinya pada tahun pertama tanaman ubi kayu dapat ditanam sebanyak 5 atau 6 baris sedangkan pada tahun ketiga berkurang menjadi hanya 3 baris saja dengan asumsi jarak tanam 1 meter. Pada tahun pertama populasi tanaman masih mencapai 60% dari populasi normal sedangkan pada tahun ketiga hanya tinggal sekitar 30% saja. Sumbangan pemanfaatan lahan ini memiliki peluang cukup bagus karena dapat meningkatkan produksi ubi kayu dalam suatu wilayah serta meningkatkan pendapatan asli daerah yang akan berkontribusi positif terhadap kesejahteraan rakyat/petani dan pemerintah daerah Sukabumi serta perusahaan. Produktivitas industri turunan dari ubi kayu juga akan berkembang, dan diharapkan dapat menekan impor ubi kayu.

sawit sawit1
Hamparan perkebunan sawit di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi

Stn/AA/KN