Berita » Potensi Produksi Benih Kedelai di Perkebunan Sawit

Sistem tumpangsari tanaman Sawit + Kedelai memiliki kelebihan yaitu:

  • Pemanfaatan lahan lebih optimal yang ditunjukkan oleh nisbah kesetaraan lahan (NKT) atau Land Equivalent Ratio (LER) yang meningkat dari 1,0 menjadi 1,3−1,7,
  • Produk panen beragam,
  • Mengurangi resiko kegagalan panen, akibat penurunan harga atau sebab lain seperti serangan hama/penyakit dan gangguan iklim,
  • Lebih cepat memperoleh penghasilan (kedelai panen umur 85−90 hari),
  • Memperoleh tambahan hasil dari tanaman yang ditanam pada musim kedua,
  • Memperbaiki kesuburan tanah karena tambahan N dari rhizobium dan bahan organik dari serasah tanaman kacang-kacangan,
  • Mencegah erosi, dan
  • Menyediakan pakan ternak.

Potensi lahan perkebunan sawit muda di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara cukup luas. Kedelai dapat ditanam pada lorong di antara tanaman sawit secara tumpangsari. Sistem tanam ini, selain memberikan keuntungan berupa peningkatan produktivitas lahan, juga dapat memberikan keuntungan finansial bagi petani penggarap lahan kebun sawit.

Pola tanam di kebun sawit adalah jagung – kedelai, atau kedelai – kedelai dengan pola tanam ini kedelai yang ditanam pada musim hujan dan panen pada menjelang musim kering, sesuai untuk penyediaan benih kedelai sawah yang mempunyai pola tanam padi – padi – kedelai atau padi – kedelai – kedelai.

Kondisi seperti ini sesuai dengan program Mandiri Benih Kedelai di suatu kawasan melalui sitem Jalur Benih Antar Lapang Antar Musim yang disingkat dengan Sistem JABALSIM. BPTP Sumatera Utara bekerja sama dengan Balitkabi Malang, pada periode bulan Agustus–Nopember 2015, dalam upaya untuk memenuhi program produksi benih sumber kedelai telah memproduksi benih kedelai kelas Benih Pokok atau Stok Seed seluas 5 ha untuk penyediaan kebutuhan benih di lahan sawah pada musim berikutnya.

Kondisi pertanaman cukup baik dan sehat, diperkirakan dapat menghasilkan benih 1–1,25 t/ha. Pendampingan dan Bimbingan teknis dilakukan oleh Ir. Loso, M.S. dari BPTP Sumatera Utara serta dari Balitkabi Prof. Dr. Marwoto, Dr. A. A. Rachmianna dan Dr. Titik Sundari.

Bimbingan dan Pendampingan Teknis BPTP dan Tim Balitkabi dalam produksi benih di Kebun Kelapa Sawit Muda di Langkat Sumatera Utara.

Bimbingan dan Pendampingan Teknis BPTP dan Tim Balitkabi dalam produksi benih di Kebun Kelapa Sawit Muda di Langkat Sumatera Utara.

MWT/TS/AAR