Berita » Potret SL-PTT Kedelai di Binangun, Blitar

binagun_0

Kementerian Pertanian, terus memperkuat produksi kedelai nasional, di antaranya melalui Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).  PTT merupakan pendekatan inovatif dan dinamis untuk memacu peningkatan produksi kedelai dan pendapatan petani. Sekolah Lapang diharapkan menjadi motor penggerak PTT, untuk memacu produksi kedelai nasional.

 

Di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, SL-PTT kedelai dilaksanakan cukup baik.  Gapoktan Rukun Makmur Kecamatan Binangun Blitar mengkoordinasikan 29 Kelompok Tani; dan tiap satu kelompok melaksanakan PTT kedelai seluas 10 ha. Pertumbuhan tanaman kedelai relatif bagus, pada hamparan yang relatif luas. Saat kunjungan lapang, 14 April 2012, umur tanaman kedelai sekitar 70 hari, sebagian besar ditanam di lahan kering.  Pengalaman petani yang cukup lama, prediksi awal tanam kedelai, betul-betul diketahui, jarang kedelai mengalami kekeringan.

Tertibnya pelaksanaan SL-PTT di Binangun, dibuktikan dengan tetap terba­ngunnya pertemuan Kelompok Tani, yang dilakukan setiap tanggal 17, dan selalu dihadiri oleh penyuluh, untuk menyampaikan informasi tentang kedelai, dan mencari penyelesaian akan permasalahan yang dihadapi petani kedelai.  Bahkan menurut pengurus Kelompok Tani, Tani Maju; jika tidak hadir diberi sangsi, oleh pengurus Gapoktan. Suatu pembelajaran yang baik.

Hamparan PTT kedelai di lahan kering Binangun

Benih berkualitas, masih menjadi keluhan petani.  Menurut beberapa petani, benih varietas Wilis, kualitasnya kurang baik. Petani akhirnya menggunakan varietas Anjasmoro. Apalagi harga kedelai berbiji besar lebih mahal dibanding­kan kedelai berukuran biji sedang. Muchlish Adie, pemulia kedelai, menyampai­kan bahwa Badan Litbang Pertanian, memiliki varietas kedelai terbaru, yakni varietas Gema, berumur super genjah (73 hari), namun ukuran bijinya sedang (sekitar 12 g/100 biji).  Petani berkeinginan untuk mencoba, tertarik karena umurnya yang sangat genjah.  Pertanyaan petani, benihnya sudah ada pak? Balitkabi sedang menyiapkan produksi benih Gema.

Semangat petani, beserta teknisi Balitkabi, Arifin SP