Berita » Praktek Sortasi dan Uji Mutu Benih Aneka Kacang

Masih dalam rangkaian kegiatan “Bimbingan Teknik Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih dan Pelatihan Sortasi, Pengujian Daya Tumbuh dan Kadar Air Benih Akabi” yang dilaksanakan oleh UPBS, pada hari Jumat 28 Januari 2022, diadakan Praktek Sortasi dan Uji Mutu Benih.

Para peserta Pelatihan Praktek Sortasi dan Uji Mutu Benih

Para peserta Pelatihan Praktek Sortasi dan Uji Mutu Benih

Peserta adalah staf IP2TP Kendalpayak, Ngale, Genteng, Muneng, dan Jambegede yang terdiri dari Koordinator IP2TP, Koordinator Teknisi, dan Penanggungjawab Gudang. Praktek tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keahlian SDM di IP2TP dalam melaksanakan pelabelan, sortasi, pengujian daya tumbuh, dan kadar air benih.

Selain itu, diperlukannya keseragaman dalam pengujian mutu benih aneka kacang baik di UPBS maupun di IP2TP untuk memperkecil penyimpangan hasil uji. Kadar air calon benih, randemen benih, dan daya tumbuh benih merupakan data dukung yang harus disertakan oleh IP2TP saat menyerahkan hasil calon benih kepada UPBS.

Praktek sortasi calon benih dilanjutkan penimbangan untuk menghitung rendemen benih

Praktek sortasi calon benih dilanjutkan penimbangan untuk menghitung rendemen benih

Terdapat tiga sesi materi praktek, yaitu Pelabelan Benih dipandu oleh Salam, S.P., Teknik Sortasi dipandu oleh Arifin, S.P., Uji Mutu Benih (rendemen, kadar air, dan uji daya tumbuh) dipandu oleh Hari Atim Pujiono dan Agus Supriyono. Seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk praktek langsung.

Pada materi pelabelan, peserta diberikan contoh-contoh dalam memberikan identitas benih mulai dari bahan label, bahan tinta yang digunakan, ketelitian dalam menulis nama varietas, dan kelas benih. Pada sesi praktek sortasi, masing-masing kelompok diberi satu meja sortasi dan melakukan sortasi sampel calon benih kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah sesuai kriteria benih murni (bagus, jelek, pecah), benih varietas lain lain (CVL), benih tanaman lain, dan kotoran benih.

Peserta mengikuti praktek pengujian daya tumbuh

Peserta mengikuti praktek pengujian daya tumbuh

Masing-masing kategori dimasukkan dalam wadah yang berbeda, kemudian ditimbang untuk dihitung randemen benihnya. Pada sesi ketiga, dilaksanakan praktek pengujian kadar air dan daya tumbuh benih, mulai dari sterilisasi media, pemberian air, pembuatan lubang tanam, penanaman, serta pengamatan tipe kecambah, yaitu kecambah normal, kecambah abnormal, benih busuk, benih keras, dan biji segar tidak tumbuh. Para peserta mengikuti semua tahapan dengan antusias dan siap mengaplikasikannya di IP2TP.

Wakil Direktur UPBS, Herdina Pratiwi, S.P. berharap bahwa ilmu yang didapat selama Bimtek dapat diaplikasikan di IP2TP dan dapat meningkatkan produksi benih sumber di UPBS tidak hanya dari segi kuantitasnya namun juga kualitasnya.

HP