Berita » Praktik MK Budaya, Mahasiswa STPP Malang Kunjungi Balitkabi

Dalam rangka menambah wawasan pengetahuan dan pendalaman materi mata kuliah Apresiasi Budaya, mahasiswa alih jenjang D-IV Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang berkunjung ke Balitkabi, Rabu (6/11). Sebanyak 39 mahasiswa asal Indonesia Timur, didampingi dua Dosen Pendamping: Ir. Budianto, M.P. dan Sujianto, M.Pd., diterima oleh Pjs Kepala Balitkabi, Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS bersama Prof Nasir Saleh, Yulifianti, STP, dan Achmad Winarto.

Dalam sambutannya, Bu Yuni mengucapkan berharap hasil kunjungan ke Balitkabi dapat dijadikan bekal sebagai penyuluh pertanian profesional dalam melaksanakan tugas-tugas penyuluhan yang lebih kompleks, termasuk di dalamnya kegiatan pengkajian, perancangan dan pengembangan penyuluhan di bidang kacang-kacangan dan umbi-umbian. Penjelasan tentang tugas dan fungsi termasuk hasil-hasil penelitian yang dihasilkan oleh Balitkabi disampaikan oleh Achmad Winarto. Pak Win dengan gaya memotivasi menyampaikan informasi tentang Balitkabi secara lengkap namun singkat. Dalam penyampaian materi Pak Win selalu membangun berinteraksi dengan para mahasiswa yang kebanyakan Penyuluh Pertanian yang ditugasbelajarkan oleh Pemerintah Daerahnya. Prof Nasir memaparkan materi tentang Teknik Budidaya Ubijalar dan Ubikayu. Dalam paparannya beliau juga berpesan kepada peserta kunjungan untuk disampaikan ke masyarakat khususnya petani bahwa opini tentang ubikayu dapat menguruskan tanah adalah tidak benar. Ubikayu merupakan tanaman yang kemampuan mengekstrak hara dari dalam tanah relatif tinggi. Dalam paparannya, Bu Rahmi menyatakan ubijalar dan ubikayu merupakan sumber pangan sehat. Ubijalar varietas Beta-1 dan Beta-2 mengandung betakaroten/sumber vitamin A tinggi. Sedangkan ubijalar ungu mengandung antosianin sebagai antioksidan pengikat radikal bebas yang bisa membantu pencegahan penuaan dini, kanker, anti hipertensi dan hyperglikemia. Semakin pekat warna umbinya maka semakin tinggi kandungan betakaroten/antosianinnya. Berbagai leaflet telah dibagikan ke peserta kunjungan, termasuk di dalamnya resep olahan dari kabi. “Selamat meningkatkan peran umbi-umbian lokal mendukung diversifikasi pangan”.