Berita » Produk Olahan Umbi-umbian Geliatkan PKK Karawang

karawang5

Bu Ani Yudoyono: Apa bahannya tersedia di sini? “Apa bahannya tersedia di sini?” tanya Ibu Negara, Ani Yudoyono. “Tersedia”, jawab Ibu Mieke. Itulah bagian dialog Bu Ani dengan Ibu Mieke Suswono (isteri Menteri Pertanian), saat meninjau stand PKK, pada acara puncak Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) 2011, di Situ Cipuley Karawang (2/12). Ibu Mieke selaku narasumber pada stand diversifikasi menjelaskan kepada Ibu Ani dan rombongan bahwa produk olahan dari ubijalar disiapkan oleh ibu-ibu PKK yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian. Umbi-umbian sebagai bahan baku tersedia secara lokal, bahkan saat ini karena kurang disentuh oleh teknologi, pemanfaatannya belum optimal. Memang, dalam rangka mengakselerasi diversifikasi pangan, Badan Litbang Pertanian berupaya untuk terus mengkampanyekan aneka produk pangan olahan berbahan baku umbi-umbian. Demikian juga pada rangkaian kegiatan GPTPP 2011 ini, Badan Litbang mengadakan sosialisasi dan melatih PKK Karawang untuk mengubah umbi-umbian menjadi produk pangan yang bernilai ekonomis siap-jual. Pelatihan dan sosialisasi pengolahan umbi-umbian menjadi produk ekonomis yang siap jual, dilaksanakan pada 30 November 2011. Pelatihan diikuti 32 peserta, terdiri atas ibu-ibu PKK, pengrajin keripik, krupuk dan kue, Penyuluh Pertanian dan staf Peneliti BPTP Jawa Barat. Pengenalan varietas unggul ubijalar dan produk olahannya disampaikan oleh Erliana Ginting M.Sc., praktik pembuatan tepung ubijalar, onde-onde, kue mangkok, dan demo pembuatan stik ubijalar ungu dan mie dari talas dipandu oleh Suprapto S.P. dan Lina Kusumawati, S.Si. Dalam acara tersebut juga disajikan aneka kue kering/snacks berbahan baku 50% tepung ubijalar, tepung ubikayu, mocaf. Pasta dari ubijalar, mbote dan suweg serta tiwul instan, mie dan pukis dari ubijalar orange, onde-onde dan kue mangkok dari ubijalar ungu juga dipamerkan. Selain dibekali pengetahuan dan praktik, peserta juga dihadiahi resep produk olahan umbi-umbian, deskripsi varietas unggul, dan teknik budidaya tanaman aneka kacang dan umbi, tepung ubijalar orange dalam kantong plastik kemasan. “Untuk bahan praktik ibu-ibu, ya!” tutur B Erli. Keantusiasan peserta, yang belum pernah mendapatkan pelatihan umbi-umbian, ditunjukkan dengan pertanyaan yang muncul saat sosialisasi. Misalnya: “Apa tidak gatal umbi talas dan suweg?” “Ooo …. ternyata talas, dan suweg dapat diolah juga”, tutur beberapa peserta dengan senang. Semoga kemampuan mengolah sumberdaya lokal menjadi produk pangan bernilai ekonomis dan siap jual lebih menggeliatkan ekonomi masyarakat. Laporan Erliana G.