Berita » Program GP-PTT dan Desa Mandiri Benih di Kabupaten Banggai

Kabupaten Banggai merupakan salah daerah penghasil kedelai di Sulawesi Tengah karena didukung lahan yang sangat luas dan pengalaman petani Transmigrasi yang selama bertahun-tahun bertani di kawasan transmigrasi.

Untuk mendapatkan informasi program GP-PTT kedelai di kabupaten Banggai tahun 2015, dua peneliti Balitkabi yaitu Dr. Suharsono M.S. dan Ir. Ketut Tastra, M.S. disertai dua peneliti BPTP Sulawesi Tengah masing-masing sebagai penanggungjawab UPSUS Ruslan Boy, SP MSi dan penanggungjawab Desa Mandiri Benih Basrun SP, M.Si. melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Banggai tanggal 27 Juli 2015.

Tim Balitkabi dan BPTP diterima langsung oleh Sekretaris dan Kabid Produksi Tanaman Pangan. Diperoleh informasi bahwa UPSUS kedelai di kecamatan Bualimo seluas 1200 ha, 900 ha diantaranya telah panen, sedang 300 ha sisanya akan ditanam pada bulan Agustus 2015 dan di kecamatan Toili seluas 500 ha, 50 ha diantaranya telah ditanam dan diperkirakan panen pada bulan September 2015, 450 ha sisanya akan ditanam bulan Agustus 2015.

GP-PTT Kedelai GP-PTT Kedelai di kecamatan Toili di lahan sawah, dengan IP 300 (padi-kedelai-padi) dan lahan kering program UPSUS diikuti oleh 20 kelompok tani dengan areal tanaman seluas 500 ha, 50 ha diantaranya dilakukan oleh dua kelompok tani Sumber Mulyo dan Sumber Harapan saat ini telah fase pengisian polong dan panen diprediksi bulan September 2015, sedangkan 450 ha sisanya akan ditanam pada September-Oktober 2015.

Program ini mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan benih, pupuk, herbisida, dan pestisida, tiap ha senilai Rp1.784.000,- dengan pembinaan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Banggai, dan BPTP Sulteng.

Desa Mandiri Benih Kegiatan desa Mandiri Benih saat ini dialokasikan di empat kecamatan, yaitu kecamatan Toili, Toili Barat, Musamak dan Simpang Raya masing-masing seluas 10 ha dari dana Bansos dalam bentuk Saprodi, alat, gudang, lantai jemur dan seed cleaner, saat ini masih menunggu realisasi dari Pemerintah Pusat (Kementan).

Penyediaan benih dan pasar. Varietas yang digunakan di hampir semua program UPSUS adalah varietas Anjasmoro karena varietas ini diminati petani dan pengrajin tempe. Potensi hasil berdasarkan pengalaman petani berkisar antara 1,4−1,6 t/ha dan dapat terserap oleh produsen tempe dan tahu di kecamatan Toili dengan kebutuhan sekitar 2−5 t/hari.

Suasana diskusi dengan Sekretaris Dinas dan Kabid Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Banggai (kiri) dan Dr. Suharsono MS. menyerahkan 6 set buku kedelai kepada Kepala UPTD Kecamatan Toili Gendon Prabowo, SP (kanan).

Suasana diskusi dengan Sekretaris Dinas dan Kabid Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Banggai (kiri) dan Dr. Suharsono MS. menyerahkan 6 set buku kedelai kepada Kepala UPTD Kecamatan Toili Gendon Prabowo, SP (kanan).

Diskusi tentang program GP-PTT di UPTD Toili.

Diskusi tentang program GP-PTT di UPTD Toili.

Di salah satu pengrajin tempe di desa Tanah Abang memerlukan kedelai 1 kw/hari. Harga kedelai saat ini Rp9.000,-/kg bahkan pada pasokan yang kurang harga mencapai Rp12.000,-/kg. Namun demikian seluruh produksi kedelai di kecamatan Toili belum mampu memenuhi kebutuhan para pengrajin, sehingga harus mnggunakan pasokan kedelai impor. Penyediaan benih melalui penangkar di kabupaten Banggai (Koh Beng) dan Jabalsim dari kecamatan Bualimo yang mempunyai iklim mendekati/mirip iklim di Jawa.

Suharsono/IK Tastra