Berita » Progress Kegiatan Penelitian dan Strategi Serapan Anggaran

rakor1

Rapat koordinasi (rakor) merupakan agenda rutin yang telah di amanatkan dalam ISO Balitkabi. Tujuan diadakannya rakor adalah mengevaluasi kegiatan dan memperbaiki kinerja Balitkabi agar dapat menghasilkan produk atau teknologi sesuai dengan renstra balai. Rakor Triwulan II diadakan pada tanggal 14 Juli 2015 dan diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari Penjab RPTP/RDHP/RKTM, Koordinator Program, Koordinator Komoditas, Ketua Kelti, Pejabat Eselon IV, Penjab Kelembagaan Internal, seluruh Kepala Kebun Percobaan, dan seluruh Peneliti.

Acara rakor dibuka oleh Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo), dalam arahannya Beliau menyampaikan agar “kita harus bekerja dengan cara-cara yang tidak biasa”. Hal ini mengisyaratkan agar kita dapat bekerja lebih keras lagi sehingga semua hambatan dapat diselesaikan. Beberapa poin yang ditekankan dalam rakor, yaitu: serapan anggaran hingga akhir juli diharapkan dapat mencapai 60%, target IKU (Indikator Kinerja Utama) 2015 harus dipenuhi, kegiatan TSP, UPSUS dan laporan akhir tahun harus selesai tepat pada waktunya.

Materi yang disampaikan dalam rakor, antara lain: progress dan strategi peningkatan serapan anggaran akhir juli 60%, progress kegiatan penelitian dan resume monev 2015, progress kegiatan 2015 dan rencana anggaran Balitkabi 2016, progress kegiatan TU 2015 dan rencana kegiatan TSP 2016, progress kegiatan Jaslit 2015 dan rencana kerja 2016, progress pengadaan belanja modal TA 2015 dan strategi pengadaan 2016, sosialisasi tim evaluasi kelayakan teknologi dan artikel ilmiah, sosialisasi PUI, sosialisasi KNAPPP, serta kendala dan solusi pelaksanaan kegiatan penelitian di seluruh KP (kebun percobaan) lingkup Balitkabi.


Tolok ukur capaian kinerja UPT saat ini adalah serapan anggaran dan target IKU. Total serapan anggaran Balitkabi hingga 13 Juli 2015 baru mencapai 45,14%. Oleh karena itu, kepala Balai menugaskan tim khusus untuk menyusun rencana agar serapan anggaran dapat 60%. Salah satu cara untuk mempercepat serapan anggaran adalah segera membelanjakan barang/modal yang tidak tergantung musim.

Target IKU balai dapat tercapai jika didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. Kebun percobaan merupakan salah satu unsur pendukung suksesnya kegiatan penelitian. Kendala yang dihadapi semua KP di Balitkabi hampir sama, yaitu: tenaga kerja yang sulit didapat, biaya percobaan tidak cukup, beban upah yang cukup besar, musim yang tidak menentu (serangan hama dan penyakit meningkat), pengairan sulit pada musim kemarau, keamanan dengan lahan petani, dan kondisi gudang yang tua. Menanggapi kendala tersebut, Bapak kepala balai mengungkapkan perlu diskusi bersama untuk menetapkan standar biaya di kebun percobaan dan menyelesaikan masalah yang ada.

Di akhir acara, Plh Koordinator Program (Dr. Yusmani Prayogo) mengingatkan kembali agar tim yang telah dibentuk dapat segera memulai aksi untuk percepatan serapan anggaran, target IKU 2015 harus sesuai dengan perjanjian kontrak, penjab PUI agar membuat pengajuan anggaran, penjab kegiatan TSP agar segera membentuk tim untuk presentasi di Litbang.

Ratri