Berita » Pupuk Hayati Iletrisoy Dilisensikan kepada Swasta

Hasil penelitian yang solutif untuk mengatrol produktivitas kedelai di lahan masam sekaligus mengatasi kelangkaan pupuk anorganik kian giat diluncurkan oleh Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Iletrisoy adalah salah satu contohnya. Iletrisoy, merupakan pupuk hayati produk Badan Litbang Pertanian penambat nitrogen (N) yang mampu mengatrol produksi kedelai di lahan masam. Menurut salah satu peneliti Iletrisoy, Prof. Dr. Arif Harsono, di lahan masam, pemberian Iletrisoy bersama pupuk organik 1 t/ha dan setengah dosis rekomendasi pupuk K, mampu memacu pembentukan bintil akar dari 2-17 bintil/tanaman menjadi 34-75 bintil/tanaman, dan dari 21-25 bintil/tanaman menjadi 26-53 bintil/tanaman untuk pertanaman kedelai di lahan nonmasam. Iletrisoy juga memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil kedelai, serta menghemat penggunaan pupuk NPK lebih dari 50%. Hasil kedelai dengan pupuk hayati Iletrisoy di lahan masam dapat mencapai 1,55-1,75 t/ha, dan di lahan nonmasam 2,23-2,55 t/ha. Hasil ini sama bahkan lebih baik dibanding dipupuk NPK 100% dosis anjuran.Iletrisoy untuk tanaman kedelai, berisi tiga isolat bakteri Bradyrhizobium japonicum unggul yang berasal dari beberapa lokasi lahan masam, dan teruji keefektifannya hingga pH 4 kadar Mn 100 ppm, Fe 300 ppm, dan Al 400 µM, yang dikemas dalam bahan pembawa (karier) gambut dan arang kayu. Penggunaan pupuk hayati Iletrisoy sangat mudah, yaitu dicampur rata dengan benih yang dibasahi air dengan dosis 4-5 g Iletrisoy/kg benih kedelai, dilakukan di tempat yang teduh kemudian benih segera ditanam dan ditutup dengan tanah.Agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas, juga untuk mendukung peningkatan produksi kedelai nasional, Badan Litbang Pertanian memberikan lisensi Iletrisoy kepada pihak swasta. Kerjasama alih teknologi Lisensi Invensi Formula Pupuk Hayati Iletrisoy dilakukan antara Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dengan PT Agro Indo Mandiri. Penandatanganan kerjasama alih teknologi dilaksanakan di Bogor pada 24 Desember 2014.

Pascapenandatanganan Lisensi Invensi pupuk Hayati Iletrisoy produk Badan Litbang Pertanian, antara Balitkabi (diwakili Kepala Balitkabi Dr Didik Harnowo) dengan PT Agro Indo Mandiri (24/12) di BBSDLP Bogor. Penandatanganan disaksikan antara lain oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr Haryono), Kepala Puslitbangtan (Dr Made Jana Mejaya) (24/12). AH/AW