Berita » Raker I Badan Litbang Pertanian

rakerbang_1

Rakernas Pembangunan Pertanian 16 – 17 Januari 2013 segera ditindaklanjuti oleh Badan Litbang Pertanian dengan melaksanakan Rapat Kerja I Badan Litbang Pertanian, 18 – 20 Januari 2013, bertemakan Program terobosan inovasi teknologi pertanian 2013 – 2014 : Mendukung pencapaian Empat Sukses Kementerian Pertanian. Raker yang dilaksanakan di Auditorium Badan Litbang Pertanian diikuti oleh 282 peserta dari UK/UPT Badan Litbang Pertanian.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono M.Sc, meminta seluruh peserta Raker untuk memahami dan memaknai Rakernas 2013. Sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan namun target yang telah ditetapkan sebagian besar mampu diselesaikan dengan baik. Masih diperlukan terobosan inovasi dan keikhlasan bekerja dari jajaran Badan Litbang Pertanian.

Saat ini masyarakat dunia, memikirkan tigal hal yang sama yaitu pangan, energi, dan lingkungan. Arahan Menko Perekonomian saat Rakernas betul-betul memberi inspirasi dan mematik motivasi, bangsa yang maju didahului dengan penguatan kemandirian pangan. Tema Raker Badan Litbang Pertanian selaras dengan tema Rakernas. Ajakan KaBadan kita diminta untuk berpikir apa yang menjadi perekat hubungan pusat – daerah di era otonomi seperti sekarang. Memang sekarang perekatnya adalah anggaran; teknologi dan logistik produk. Pada sisi demikian, menurut KaBadan, jawabannya adalah inovasi. Diingatkan kembali makna inovasi adalah ”nampak dan ada di lapangan”. Misal di bidang perbenihan, harus sudah tidak ada kekurangan benih di lapang. Bagi Badan Litbang Pertanian, potensi perekatnya adalah memosisikan BPTP sebagai penguat perekat hubungan pusat – daerah dan memacu teknologi adaptif.

Pada Raker I, diplenokan berbagai topik aktual yaitu Manajemen korporasi; Budaya kerja; Review hasil litkajibangrap 2012 dan refocussing program dan anggaran kegiatan 2013; Litkajibangdiklatluhrap; Penyempurnaan sistem perbenihan nasional; Manajemen korporasi; dan Video conference melalui jaringan informasi dan komunikasi Badan Litbang Pertanian terpadu (Private Cloud Computing System). Selain itu, dilakukan bahasan juga sidang kelompok dengan topik bahasan tentang (1) Refocusing kegiatan terobosan 2013 dan efisiensi anggaran litbang pertanian 2013, (2) UPBS dan KP, (3) Litkajibangdiklatluhrap, dan (4) Manajemen korporasi.

Dipertegas oleh KaBadan bahwa pad Raker I ini agar melihat kembali Program, DIPA dan POK 2013 dan pada akhir Januari revisi DIPA harus sudah tuntas. Cerminkan dalam DIPA 2013 adanya efisiensi anggaran, jangan kehilangan momentum dan kesempatan. Juga diingatkan, Balit/BPTP jangan jalan sendiri-sendiri. Sistem perbenihan harus very high profile, karena sifatnya yang penting, urgen, dan strategis. Badan Litbang Pertanian juga memulai IAARD Net 2012-2016 melalui Private Cloud Computing, yang memang menjadi kebutuhan utama dunia penelitian, dengan memperhatikan tiga segmen Cloud Computing meliputi aplikasi, platform dan infrastruktur. Badan Litbang Pertanian memang melangkah lebih maju.