Berita » Rakornas Riset dan Inovasi 2021

Menristek/Kepala BRIN pada Rakornas 2021

Menristek/Kepala BRIN pada Rakornas 2021

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Riset dan Inovasi tahun 2021 dilaksanakan tanggal 28-29 Januari 2021, dilakukan secara daring dan luring dari Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Provinsi Banten, bertemakan “Sinkronisasi Program dalam Pencapaian Target Kinerja Riset Inovasi Nasional Tahun 2021”.

Sasaran dilakukannya Rakornas ini adalah mensinergikan program riset dan inovasi nasional yang tahun ini difokuskan pada Prioritas Riset Nasional (PRN) seperti konsorsium riset dan inovasi Covid-19, vaksin merah-putih serta review kinerja selama tahun 2020, dan menyiapkan outlook program riset dan inovasi pada tahun 2021. Fokus PRN 2020-2024 antara lain pangan pertanian, energi baru dan terbarukan, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, seni budaya, pendidikan dan bidang riset lainnya (multidisiplin dan lintas sektor). Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., mengikuti Rakornas secara virtual bersama dengan peneliti yang menjadi penanggung jawab kegiatan riset PRN 2020-2024,  Dr. Ir. M. Muchlish Adie, M.S., Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S., Ir. Trustinah, M.S., Ir. Erliana Ginting, M.Sc., dan Amri Amanah, SP., M.Sc.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., menyampaikan paparan yang menarik saat memberikan arahan, “Kebijakan Pendukung Ekosistem Riset Inovasi Semakin Lengkap”, mengulas dukungan supply riset nasional dari sisi pendanaan dan insentif pajak riset inovasi (PP 45/2019; PMK 153/2020) dan dukungan permintaan hasil riset inovasi berupa e-katalog inovasi dan peringkat penggunaan produk dalam negeri. Harapan Menristek/Kepala BRIN, landscape pendanaan riset dan inovasi, sudah waktunya memperkuat peran swasta sebagai sumber pendanaan, demikian juga terus digali sumber pendanaan lain selain dari DIPA.

Lebih lanjut disampaikan bahwa PRN fokus pada output teknologi tepat guna, komersialisasi dan nilai tambah, substitusi impor dan produk lokal, dan frontier technology. Produk riset inovasi 2020 tergolong baik dan membanggakan dan menggambarkan program, target dan monev yang transparan dan fokus pada kebutuhan nasional, tak kalah adalah sisi rujukan Publikasi Riset Nasional di kondisi pandemi Covid-19 tidak menyusut, demikian pula publikasi pada ASEAN Benchmarking berada di posisi kedua setelah Malaysia.

Menristek/Kepala BRIN mengapresiasi peneliti yang tetap produktif dalam segala keterbatasan pada tahun 2020. Semakin memberikan kepercayaan terhadap inovasi anak bangsa.

Kepala Balitkabi (kanan) mengikuti Rakornas secara daring

Kepala Balitkabi (kanan) mengikuti Rakornas secara daring

rakornas2 rakornas3
Penguatan riset dan inovasi

YB/MMA/AA