Berita » Rapat Ketersediaan Calon Benih Kedelai di Jawa Timur

Dampak Covid-19 mengakibatkan importasi kedelai dalam negeri untuk pengrajin tahu tempe berkurang, sementara kebutuhan kedelai dalam negeri tetap, bahkan cenderung meningkat. Akibatnya terjadi kenaikan harga. Keberadaan kedelai lokal sebagai calon benih menghilang dari peredaran, sejalan dengan naiknya harga kedelai di Indonesia, sehingga ketersediaan benih berlabel di tingkat produsen terbatas. Di lain pihak, kondisi ini menguntungkan bagi petani Indonesia, namun perlu dilakukan kebijakan stabilisasi harga kedelai. Memang diperlukan adanya kesepakatan semua pihak, pemerintah, swasta, dan petani.

Upaya peningkatan produksi tanaman pangan terutama komoditas kedelai terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Target luas tanam kedelai pada 2021 sebesar 510.000 ha yang terdiri dari DIPA 200.000 ha dan ABT 310.000 ha di 22 provinsi yang keseluruhan membutuhkan benih (BR/ES) sebanyak 25.500 ton (Ditjen TP 2021). Keberhasilan program tersebut secara langsung akan terkait dengan penyediaan benih kedelai. Strategi mengawal ABT 310 ribu ha dengan melibatkan beberapa Fakultas Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lampung, Universitas Hasanudin, dan Universitas Sam Ratulangi.

Dalam rangka pengembangan dan menjamin ketersediaan benih kedelai untuk jadwal tanam April-Juni 2021 di Provinsi Jawa Timur, juga diperlukan sinergitas pihak terkait. Rapat Ketersediaan Calon Benih di Jawa Timur dilakukan pada hari Kamis, 1 April 2021 di Hotel The Sun Madiun. Rapat dipimpin Direktur Aneka Kacang dan Umbi,  Ir. Aminudin Pohan, M.Sc., dihadiri perwakilan dari Direktorat Perbenihan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, BPSB Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pacitan, dan Madura, serta dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi yang diwakili Ir. Trustinah, MS., Didik Sucahyono, SP. MP., dan Sri Wahyuningsih, SP. Selain itu juga hadir produsen benih dari CV Putra Santosa (Ngawi), dan dari Nganjuk CV Adi Jaya, CV Kardika Kresna, dan CV Megatani Mandiri.

Pada tahun 2021, Jawa Timur mendapatkan alokasi untuk kegiatan produksi kedelai seluas 49.500 ha terdiri dari DIPA 20.000 ha dan ABT 29.500 ha.  Saat ini telah tertanam seluas 1.245 ha untuk produksi benih yang tersebar di Kabupaten Nganjuk 695 ha, Blitar 275 ha, Pacitan 100 ha, Bangkalan 100 ha, dan Pasuruan 75 ha. Benih hasil pertanaman tersebut akan digunakan sebagai sumber benih untuk memenuhi luasan yang telah ditargetkan. Beberapa permasalahan diantaranya curah hujan cukup tinggi, sehingga berpengaruh terhadap daya tumbuh benih di lapang. Diharapkan sarana produksi seperti benih, pupuk, herbisida dapat tersedia tepat waktu, tepat mutu, dan dari luasan tersebut seluruhnya dapat menjadi benih.

TR/SW/DS

benih benih2
Rapat ketersediaan calon benih kedelai di Jawa Timur