Berita » Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun 2015

gabah

Tanggal 5 Agustus 2015 diselenggarakan “Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun 2015 Perum Bulog” di Semarang. Rapat ini merupakan tidak-lanjut hasil rapat koordinasi swasembada dan antisipasi kekeringan se-Jawa Tengah tanggal 28 Juli 2015 dan arahan Menteri Pertanian pada rakor tersebut. Pertemuan diikuti Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Jawa Tengah, Asterdam IV Diponeoro, Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Sekretaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Kepala Balai Besar Peternakan dan Kesehatan Hewan Cinagara, Kepala BB Biogen, Peneliti PSE, Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang, Kepala BPTP Jateng, Staf Peneliti Balitkabi (diwakili oleh Dr. Sholihin, M.Sc.) dan Kepala Subdivre se-Jateng. Hasil rapat adalah adanya kesepakatan diantara peserta rapat untuk membantu Bulog Devisi Regional Jawa Tengah untuk memenuhi target Bulog mengisi gudang Bulog Regional Jawa Tengah sebesar 500.000 ton beras/2 bulan (Agustus dan September). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyukseskan program swasembada pangan khususnya beras. Prediksi luas panen padi di Jawa Tengah pada bulan Agustus 2015 adalah 198.000 ha dan pada bulan September 121.460 ha. Jika rata-rata hasil gabah 6 t/ha, maka akan ada 1.916.760 ton gabah di Jawa Tengah. Dengan demikian ada peluang untuk mengisi gudang Bulog Jawa Tengah sebesar 500.000 ton beras/2 bulan (Agustus dan September) hanya dari wilayah Jawa Tengah. Managemen Bulog Divre Jateng sekarang berbeda dengan beberapa tahun lalu. Upaya-upaya yang telah dan sedang dilaksanakan Bulog Divre Jateng untuk meningkatkan serapan penyerapan gabah dan beras dalam negeri 2015 adalah sebagai berikut: 1). Membentuk tim pemantau panen, harga dan penyerapan gabah/beras di tingkat provinsi dan kabupaten sesuai keputusan Menteri Pertanian, 2). Membuka kesempatan pendaftaran mitra kerja pengadaan baru (termasuk Gapoktan) sepanjang tahun, 3). Melakukan pembelian gabah/beras beragam kualitas melalui SATGAS dan UPGB, 5). Melakukan pembelian beras komersial, 6). Peningkatan pelayanan pra-survey bagi mitra kerja dan kelompok tani produsen, 7). Member pelayanan one service (gabah/beras masuk, langsung dibayar, 8). Membuka layanan saat hari libur.


Suasana Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun 2015.

Shol