Berita » Rapat Koordinasi Puslitbang Tanaman Pangan

Rapat Koordinasi (Rakor) Puslitbang Tanaman Pangan dilakukan di Aula Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor, pada tanggal 13 Januari 2021, sebagai tindak lanjut dari workshop Balitbangtan yang telah dilaksanakan satu hari sebelumnya. Pada pembingkaiannya, Bapak Kapus, Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si, menyampaikan tujuan Rakor adalah untuk menginventarisasi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dan merumuskan rencana aksi penyediaan benih unggul tanaman pangan, terutama padi, kedelai, dan jagung. Masing-masing Balit diharapkan dapat memprioritaskan dan fokus pada kegiatan yang menjadi andalan untuk dapat dikembangkan dalam skala luas (nasional), bukan lagi bersifat demplot-demplot kecil.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., pada Rakor tersebut kembali mengingatkan agar para peneliti dan teknisi Badan Litbang Pertanian harus mampu merencanakan dan melakukan aksi yang dampaknya dapat mendongkrak produksi nasional untuk tanaman pangan serta bisa mengedukasi petani. Selanjutnya disampaikan pula, perlu dilakukan langkah nyata agar inovasi dan teknologi hasil litbang tanaman pangan, terutama varietas dan benih unggul dapat diadopsi masyarakat secara luas.

Pada Rakor kali ini, Kepala Balai Besar, Kepala Balai dan Loka Penelitian mempresentasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam Rencana Program 200 hari yang telah dicanangkan oleh Mentan pada Rakernas Pembangunan Pertanian, 11 Januari 2021. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari M.P., menyampaikan status ketersediaan benih kedelai di UPBS Balitkabi, dan strategi penyediaan kebutuhan program SOS 200 hari kedelai. Disampaikan pula bahwa Balitkabi mempunyai kemampuan untuk memenuhi sekitar 50% kebutuhan benih sumber nasional, dan akan bekerjasama dengan BPTP serta para penangkar untuk dapat memenuhi target yang direncanakan.

Pada Rakor di awal tahun 2021, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Kepala Balai dan Loka Penelitian dengan Kepala Puslitbang Tanaman Pangan. Pada akhir Rakor, Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si. mengingatkan kembali, perlunya strategi peningkatan produktivitas dan penyediaan benih pada komoditas kedelai. Disini diperlukan sinergisitas antar pengguna kedelai, sehingga petani dan pengusaha tidak saling dirugikan. Penting juga dipikirkan keseimbangan antara volume impor kedelai dengan ketersediaan domestik kedelai. Berilah jawaban yang rasional.

rakor rakor1
Arahan Kepala Balitbangtan didampingi Sekretaris Balitbangtan (kiri), dan penandatanganan Perjanjian Kinerja (kanan) (Sumber Foto: FB Titik Sundari dan FB Yuliantoro Baliadi)

AI/AK