Berita » Rapat Teknis Balitkabi 2012 : Membingkai Peningkatan Kinerja

raptek_5

Membuka lembaran baru Tahun 2012, Balitkabi menyelenggarakan Rapat teknis  (Ratek) Balitkabi 2012 dengan tema “Optimalisasi Perencanaan Kinerja Penelitian dan Publikasi untuk mewujudkan Visi Misi Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian” dilaksanakan di ruang seminar utama  Balitkabi, tanggal 3-4 Januari 2012. Ratek dimaksudkan sebagai pendorong dan daya ungkit pencapaian kinerja Balitkabi yang lebih baik pada tahun 2012. Rapat dibuka secara resmi oleh kepala Balitkabi, Dr. M. Muchlish Adie dan diikuti  oleh seluruh peneliti, teknisi, kepala kebun percobaan dan staf, pejabat struktural, koordinator serta ketua kelembagaan Balitkabi. Tema Ratek mengacu pada Raker Badan Litbang yaitu “Peningkatan Kualitas Inovasi Teknologi dan Publikasi Ilmiah Pertanian mendukung Empat Sukses Pembangunan Pertanian Berkelanjutan”.

Capaian kinerja Balitkabi pada tahun 2011 adalah tersedianya benih dan bibit kacang dan umbi (kabi) dengan realisasi berkisar 42,9-185,7% dari target produksi. Enam varietas unggul baru juga telah dilepas, yaitu Gema (kedelai), Hipoma-1 dan Hipoma-2 (kacang tanah), Antin-1 dan Antin-2 (Ubijalar), serta Litbang UK1 (ubikayu). Teknologi budidaya yang sudah dicapai adalah VIR-GRA WP, Tricho-1, Bio-lec, Iletrisoy, Santap-M, PKDB-Balitkabi. Indeks publikasi peneliti Balitkabi selama tahun 2007 – 2010 sebagai salah satu indikator keberhasilan penelitian  adalah 13,48 (5 tahun/peneliti)  atau 2,69 (tahun/peneliti) dengan jumlah naskah yang dipublikasi 593 naskah dari 44 penulis.

Pada tahun 2011 Balitkabi menunjukkan budaya kerja dengan baik dengan IPNBK rata-rata 3,5. Untuk meningkatkan indeks budaya kerja ini akan dilakukan upaya sosialisasi indikator budaya kerja melalui pemasangan poster dan media sosialisasi lainnya. Tim SDM juga telah melakukan kegiatan pembinaan SDM meliputi pelatihan teknisi dan staf administrasi untuk meningkatkan kinerja penelitian di kebun percobaan lingkup Balitkabi, pelatihan aplikasi rancangan percobaan, analisis data, serta penulisan ilmiah dan populer, mengirim staf ke luar Balitkabi untuk pelatihan, seleksi, sosialisasi, ujian kenaikan pangkat/jabatan dan lain-Lain. Pembinaan SDM juga dilakukan dengan menyusun alur pembinaan staf secara internal, dari senior ke yuniornya. Pembinaan untuk pengarahan menjadi profesor riset disarankan untuk dilakukan pada masa yang akan datang.

Publikasi menjadi salah satu tolok ukur penting kinerja 2012. Indeks publikasi Balitkabi di lingkup Badan litbang tergolong cukup baik. Untuk meningkatkan indeks publikasi dilakukan beberapa kegiatan di antaranya melakukan inventarisasi kegiatan di dalam RPTP yang berpotensi sebagai bahan penulisan publikasi, inventarisasi teknologi budidaya yang belum dipublikasi dan berpotensi sebagai bahan penyusunan publikasi teknologi,  melakukan seminar untuk semua ROPP yang telah berjalan 3-5 tahun.

Kinerja seksi jaslit pada tahun 2011 dalam bidang publikasi adalah penerbitan Buletin Palawija, Prosiding Seminar, Laporan Hasil Penelitian dan cetak ulang publikasi Balitkabi. Publikasi tersebut sebagian besar untuk PENAS, HPS, PRN, pelatihan-pelatihan, dan tamu kunjungan. dan dikirim ke 181 alamat yang meliputi Eselon I lingkup Kementan + eselon II terkait, Eselon II Lingkup Litbang, BPTP seluruh Indonesia, Eselon II terkait, Bakorluh provinsi, Perpustakaan PT/Fakultas/Jurusan Pertanian/Pangan, dan lain-lain.

Website Balitkabi berfungsi untuk mengibarkan tinggi-tinggi bendera Balitkabi dan Badan Litbang di tingkat Internasional (world class). Target yang ingin dicapai adalah scientific recognition dan meningkatkan Webonomic dari 723 menjadi 273. Konsekuensinya harus ditingkatkan kualitas dan intensitas pemuatan berita dan kegiatan dalam website. Pengelola website yang baru akan melakukan peningkatan mutu isi website dengan meng-upload hasil penelitian dengan memanfaatkan  materi seminar rutin Balitkabi, hasil penelitian 2010 dan 2011, produk terbaru (varietas, teknologi, formula), success story, seminar hasil, dan karya tulis.

Salah satu kegiatan yang telah dicapai oleh pelayanan teknis pada tahun 2011 adalah mengantarkan terakreditasinya tiga laboratorium yaitu Lab. Pemuliaan/mutu benih, Lab. Tanah dan Tanaman, dan Lab. Kimia Pangan dari enam laboratorium di lingkup Balitkabi. Lab. Hama/Parasitologi diharapkan dapat menyusul dalam proses akreditasi selanjutnya.

Pengelolaan Kebun Percobaan (KP) mengedepankan (1) fungsi KP sebagai lokasi penelitian dan pengembangan; konservasi sumber daya genetik; benih sumber; kebun produksi dan model agribisnis; pendukung diversifikasi dan ketahanan pangan, (2) reposisi dari cost center menjadi profit center, (3) membuat manajemen KP menjadi sederhana, tidak rumit, dan bemuara pada kinerja yang baik. Untuk  mendukung fungsi utama KP sebagai lokasi penelitian dicanangkan ”kiat penelitian sukses” yang pada prinsipnya meliputi (1) penerapan teknik budidaya (olah tanah hingga prosesing) dengan benar, (2) saat tanam tepat, (3) komunikasi dengan peneliti dan komunikasi internal KP yang baik, dan (4) bahan tanam bermutu tinggi, (5) dipenuhinya peralatan yang diperlukan.

Disarikan dari rumusan rapat teknis Balitkabi 2012

Eri, Alfi, Nur, Sugiyono, Pur