Berita ยป Rapim Balitbangtan: Kepala Balitbangtan Tekankan Perbenihan

Kepala Balitbangtan dan Sekretaris Balitbangtan pada Rapim 19 Mei 2021

Kepala Balitbangtan dan Sekretaris Balitbangtan pada Rapim 19 Mei 2021

Masih dalam suasana Idul Fitri 1442 H, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melakukan Rapat Pimpinan (Rapim), 19 Mei 2021, dilakukan secara luring dari Ruang AWR Puslitbangbun, dihadiri oleh Kepala Pusat/Kepala Balai Besar, jajaran lingkup Balitbangtan, dan UPT di Bogor serta Jawa Barat. UPT lingkup Balitbangtan dan jajarannya mengikutinya secara daring. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, MP., hadir secara daring didampingi oleh Kasubbag TU, Subkoordinator Substansi Pelayanan Teknis, Subkoordinator Substansi Jasa Penelitian, Ketua Kelompok Peneliti, dan pemulia.

Agenda Rapim adalah (1) arahan Kepala Balitbangtan, (2) realisasi anggaran TA 2021 dan pagu indikatif TA 2022, (3) perbenihan Balitbangtan, dan (4) halalbihalal Balitbangtan. Dalam arahannya, Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Balitbangtan hingga bulan Mei 2021, selanjutnya diperlukan percepatan capaian untuk 7 bulan yang tersisa di tahun 2021. Kepala Balitbangtan juga menekankan perlunya akselerasi program penciptaan VUB yang kekinian menggunakan teknologi baru. Seiring dengan kegiatan pemuliaan, maka ke depannya benih/bibit harus diproduksi dan terdiseminasikan secara masif, termasuk dengan teknologinya, baik komoditas pangan, perkebunan, hortikultura, maupun ternak.

Sekretaris Balitbangtan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, memaparkan pagu indikatif tahun 2022. Pagu indikatif tahun 2022 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yang artinya perlu dilakukan efisiensi kegiatan dan lebih banyak menjaring kerjasama dengan mitra terkait. Dalam rangka pengembangan pemuliaan tanaman dan varietas andalan Balitbangtan, diperlukan kesiapan logistik benih/bibit, persiapan riset pengembangan varietas, dan benih/bibit yang mengusung kebaruan metodologi, kemitraan, dan target pengembangan, serta melakukan identifikasi kesiapan internal, termasuk ketika diperlukan introduksi dari luar negeri. Diperlukan dukungan percepatan kegiatan pemuliaan tanaman melalui bioteknologi. Selain fokus perbenihan, Sekretaris Balitbangtan juga menyampaikan pentingnya hilirisasi hasil Balitbangtan. Hilirisasi dilakukan dengan metode desentralisasi melalui pola kemitraan, sedangkan strategi yang perlu dilakukan adalah melalui penguatan SDM, penguatan sarpras, dan penguatan kemitraan.

Rapim ditutup dengan himbauan untuk tetap fokus pada pekerjaan, agar target-target yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan baik.

HP

rapim1 rapim2
Kepala Balitkabi beserta jajarannya mengikuti Rapim B secara daring