Berita » Penyegaran bagi Kembalinya Petugas Belajar Balitbangtan

re-entry

Tanggal 19–22 Januari 2015 lima staf Balitkabi (Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, Dr. Rudi Iswanto, Dr. Andy Wijanarko, Dr. Kartika Noerwijati, dan Bambang Sri Kuncoro, MSi) mengikuti program penyegaran (reentry) bagi eks-petugas belajar Balitbangtan yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Ciawi, Bogor. Kegiatan penyegaran ini dilaksanakan oleh Balitbangtan sejak tahun 80-an, diikuti oleh 84 peserta dari 44 UK/UPT yang terdiri atas 48 orang S2 dan 36 orang S3. Acara pembukaan dihadiri oleh Ka Balitbangtan Dr. Haryono, Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriyadi, Kabag Kepegawaian Balitbangtan Bapak Joko Purnomo, beberapa Kepala Pusat Lingkup Balitbangtan, Kepala Pusat PPMKP Dr. Edi Abdurrahman, serta pokja SDM Balitbangtan.

Pada kesempatan ini, Ka Balitbangtan menegaskan bahwa kegiatan re-entry sangat penting karena petugas belajar yang telah menyelesaikan studinya merupakan pewaris Balitbangtan di masa mendatang. Re-entry wajib diikuti sebagai sarana adaptasi bagi eks-petugas belajar pada sistem baru yang ada, supaya dapat menjadi bagian integral pada masing-masing unit kerja. Kita harus bersyukur karena kita telah diberi anugerah kemampuan beradaptasi yang terbaik yaitu otak kita. Ka Balitbangtan juga memaparkan bahwa tahun 2014/2015 merupakan tahun istimewa yang memiliki kemiripan dengan tahun 2004/2005. Pada kedua periode waktu tersebut, di Indonesia terjadi perubahan pimpinan, perubahan strategi, perubahan kebijakan, perubahan cara kerja. Periode waktu 2004/2005 merupakan zona of discomfort, sedangkan periode 2014/2015 adalah new hope.

Pemerintah saat ini memiliki single vision yang bertujuan untuk mengeliminasi ego struktural. Dan hal tersebut sejalan dengan single strategic plan yang ada di Balitbangtan. Single Vision dicanangkan dalam rangka efisiensi sumber daya dan efektifitas program litkajibangrap. Ciri pemerintahan sekarang adalah “sinergi – harmoni – simplifikasi”. Sebagai penutup, Ka Balitbangtan menyampaikan bahwa dengan tag line Balitbangtan “ScienceInnovationNetwork”, Balitbangtan memiliki dua indikator keberhasilan yaitu scientific recognition dan impact recognition. Balitbangtan harus mampu menjawab persoalan-persoalan pertanian yang ada di Indonesia. Balitbangtan harus kita jaga sebagai lembaga litbang yang prestisius. KN/GWAS