Berita » Rencana Aksi Peningkatan Produksi Pangan

Pemerintah tetap memberikan perhatian tinggi terhadap ketersediaan dan kecukupan pangan di Indonesia, yang ditunjukkan untuk pertama kalinya dilakukan Sidang Kabinet di Bukit Tinggi, 29 Oktober 2013. Sidang dipimpin oleh Presiden RI dan secara khusus membahas masalah pangan di Indonesia. Implementasnya dilakukan Rapat Tindak Lanjut (RTL) Sidang Kabinet di Bukit Tinggi dalam rangka mencapai sasaran produksi padi, jagung, dan kedelai di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 13 November 2013. RTL dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian RI, dihadiri oleh Deputi Menko Perekonomian, jajaran Kementan, BUMN, Swasta dan Badan Litbang Pertanian yang diwakli oleh Puslitbang Tanaman Pangan, BB Padi dan Balitkabi (Muchlish Adie). Balitbangtan telah membahas RTL tersebut pada 10–11 November 2013.Arahan Wementan, Presiden benar-benar memberikan perhatian untuk dunia pertanian, karenanya kita harus memposisikan pertanian sebagai mainstream pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Pertemuan RTL ini bukan berkandungan biasa tetapi adalah luar biasa karena harus mampu menghasilkan langkah operasional dan komitmen yang menjadi bekal dan pegangan untuk pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2014. Ditegaskan juga bahwa tahun 2014 bukan tahun biasa, menjadi tahun akhir kabinet/pemerintahan sekarang, karenanya: (1) target-target 2014 harus tercapai dengan sebaik-baiknya dan (2) meletakkan dasar/pondasi yang kuat untuk perjalanan tahun berikutnya. Secara tegas juga disampaikan bahwa Kepala Dinas Pertanian harus menjadi imam yang benar, imam yang mampu menjadi inisiator dan mampu mensinergikan sumberdaya. Imam yang baik, suaranya harus jelas, pengetahuannya luas dsbnya. Pada akhir pengarahannya, diingatkan bahwa segala komitmen yang telah ditandatangani oleh Menteri, Gubernur, Swasta di hadapan Presiden RI, segera ditindaklanjuti dan dilaksanakan.

RTL rencana aksi pencapaian sasaran produksi padi, jagung, kedelai di JakartaSasaran produksi yang perlu mendapatkan perhatian dan yang harus tercapai adalah padi sebesar 76,568 juta ton GKG), jagung sebesar 20,882 juta ton pipilan kering dan kedelai sebesar 2,7 juta ton biji kering ) harus tercapai. Dari tiga komoditas ttersebut, memang kedelai yang masih berat untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Provinsi Jatim, Jateng dan NTB, merupakan tiga provinsi konstributor kedelai nasional terbesar masing-masing 41.77%, 13.92%, dan 12.03%. Dalam pertemuan RTL telah disepakati dan disusun matriks Rencana Aksi untuk setip provinsi yang berisikan keersediaan lahan, benih/bibit, infrastruktur, SDM, pembiayaan, kelembagaan petani, ketersediaan teknologi, industri hilir, tataniaga dan regulasi pendukung. Dalam diskusi yang paling menonjol adalah ketersediaan benih dan peran PSO yang dianggap berada pada titik terkritis dan disarankan dilakukan pengkajian terhadap penunjukkan PSO perbenihan. Di samping itu juga pihak swasta mempertanyakan status lahan yang akan digunakan untuk produksi tanaman pangan, masih diperlukan regulasi atau dilakukan tinjauan terhadap regulasi yang ada sehingga mampu memberikan kepastian usaha bagi swasta.

MMA/AW