Berita ยป Rencana Pengembangan Areal Tanam Ubi Jalar di Kabupaten Ngawi

ngawi

Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, dan Kendal adalah empat kecamatan penghasil ubi jalar di Kabupaten Ngawi yang terletak pada dataran tinggi di kaki Gunung Lawu. Di samping tanaman sayuran dan buah-buahan, ubi jalar masih menjadi komoditas pilihan petani untuk dibudidayakan. Petani biasa menanam ubi jalar pada lahan tegal atau pekarangan pada awal musim hujan, sedangkan pada lahan sawah ditanam setelah padi.

Permintaan ubi jalar cukup tinggi, namun demikian harga masih berfluktuasi tergantung ketersediaan. Harga ubi jalar akan menjadi mahal jika pasokan rendah, dan sebaliknya harga akan anjlok jika sedang panen raya. Luas tanam ubi jalar pada musim hujan relatif sempit, karena pada musim hujan petani kebanyakan menanam padi. Oleh karena itu harga ubi jalar yang ditanam pada saat musim hujan relatif tinggi, pada saat ini berkisar antara Rp 2.500โ€“3.200 per kg.

Terdorong oleh besarnya minat petani untuk menanam ubi jalar, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi memberikan fasilitas pengembangan area tanam dalam rangka kegiatan ekstensifikasi dan diversikasi tanaman aneka kacang dan umbi. Pelaksanaan program tersebut dipercayakan kepada kelompok Tani Arum Sari, Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo. Fasilitas pengembangan berupa bantuan saprodi dan sebagian biaya tenaga kerja ditargetkan untuk area tanam seluas satu hektar.

Produktivitas ubi jalar di Desa Jaten dilaporkan sekitar 20 t/ha, tingkat hasil yang kurang memuaskan dan petani antusias untuk meningkatkannya. Penyebab rendahnya hasil umbi antara lain adalah serangan hama boleng, busuk pada pangkal batang, tungau puru dan hama tikus. Teknologi budi daya mulai dari persiapan lahan, penyediaan bibit, pemeliharaan, panen dan pasca panen, pengenalan varietas baru dan sekilas tentang pengolahan umbi menjadi produk yang dapat disimpan lama seperti tepung dan chip kering serta resep aneka olahan umbi-umbian disampaikan oleh Ir. Tinuk Sri Wahyuni, M.P., peneliti ubi jalar Balitkabi pada acara Temu Lapang yang diadakan pada 12 April 2018. Kemampuan untuk mengenali bentuk dan perilaku hama mulai dari telur, larva hinga dewasa sangat diperlukan oleh petani sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Ketersediaan bibit dan pemilihan varietas yang ditanam petani masih seadanya. Informasi tentang keberadaan bibit dan varietas unggul ubi jalar, untuk sementara ini Balai Sertifikasi Benih masih mengandalkan Balitkabi sebagai rujukan utama.

ngawi1TSW