Berita » Tawarkan Keunggulan Takar, Biopestisida Virgra, dan Trichol

1-aaainventor_balitkabi3

Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan banyak inovasi yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan pertanian di Indonesia. Untuk itu, pada 28 Maret 2013, Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) menyelenggarakan round table agroinovasi (RTA) dengan tema “Agroinovasi Teknologi Tanaman Pangan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”. RTA dihadiri oleh pengusaha bidang industri pangan, benih, dan pestisida nabati, serta Dinas terkait, terbagi menjadi tiga sesi yaitu presentasi teknologi, diskusi umum, dan diskusi grup terfokus untuk komoditas jagung, kacang tanah, dan biopestisida.Pada RTA kali ini, Balitkabi menawarkan kacang tanah varietas unggul Takar 1 (dengan inventor Dr Novita Nugrahaeni dan kawan-kawan, Takar 2 (Dr Astanto Kasno dkk), Virgra (Drs Bedjo), dan Trichol 8 (Sri Hardaningsih). Presentasi disampaikan oleh tiga peneliti-inventor tersebut (Gambar 1), dan dilanjutkan diskusi umum (Gambar 2).

Gambar 1. Dr. Novita N, saat presentasi varietas unggul kacang tanah Takar 1 dan Takar 2

Gambar 2. Presentasi biopestisida Virgra dan Trichol 8 (kiri) dan suasana diskusi umum (kanan)

Gambar 3. Suasana diskusi grup terfokus pada kacang tanah (kiri) dan biopestisida (kanan)Pada sesi diskusi grup terfokus, dibahas peluang dan hambatan pemanfaatan teknologi yang dipresentasikan. Hambatan pengembangan biopestisida Virgra dan Trichol 8 adalah ijin edar yang dirasakan masih tidak mudah untuk didapatkan, sehingga belum terjadi transaksi kerjasama pada pertemuan periode ini. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi komunikasi lanjutan antara Badanlitbangtan dengan swasta untuk pengembangan komersial. Kacang tanah Takar 1 dan Takar 2, diminati pihak swasta karena ukuran bijinya sesuai dengan desain produk mereka. Pada tahap pertama akan dilakukan pengembangan benih oleh UPBS Balitkabi tahun ini. Pengembangan benih akan melibatkan pihak swasta, Dinas Pertanian, dan Badan Litbang. Peran Badan Litbang melalui UPBS sebagai penyedia benih sumber, Dinas Pertanian memperbanyak benih sesuai alur kelas benih, swasta membantu mendukung produksi benih sesuai alurnya. Dengan kegiatan terintegrasi ini diharapkan benih dapat terjamin ketersediaannya, petani dapat menanam benih bermutu tinggi dari varietas unggul terbaru, swasta dapat memanfaatkan produksi petani sebagai bahan baku industrinya.

Nov/AW