Berita » Ruang Lingkup Baru Laboratorium Balitkabi LP-518-IDN: Deteksi Cendawan Fusarium spp Terbawa Benih

Dalam melaksanakan tupoksinya, Balitkabi didukung oleh Lab. Balitkabi LP-518-IDN yang terakreditasi 17025:2017. Pada tanggal 25 Agustus 2021, Komite Akreditasi Nasional (KAN) memutuskan dan mengesahkan penambahan satu ruang lingkup baru, yaitu “Deteksi cendawan Fusarium spp terbawa benih”.

Sebelumnya, terdapat tiga laboratorium dengan berbagai ruang lingkup pengujian yang telah terakreditasi, yaitu Laboratorium Tanah dan Tanaman, Laboratorium Kimia dan Teknologi Pangan, serta Laboratorium Uji Mutu Benih, sehingga saat ini laboratorium pengujian Balitkabi terdiri dari empat laboratorium. Proses ini diputuskan setelah terlaksananya surveilen dan penambahan ruang lingkup (PRL) pada bulan April 2021.

Acara proses pengesahan penambahan ruang lingkup “Deteksi cendawan Fusarium spp terbawa benih”

Acara proses pengesahan penambahan ruang lingkup “Deteksi cendawan Fusarium spp terbawa benih”

Laboratorium Penyakit (Mikologi) dipimpin oleh seorang Manajer Teknis (MT), yaitu Ir. Sumartini, M.S. yang dibantu oleh satu penyelia (Kurnia Paramita Sari, S.P., M.P.) dan satu analis (Heri, S.P.). Proses penambahan ruang lingkup tidak mudah, diperlukan beberapa tahapan yang dimulai pada tahun 2018 dengan mendeteksi benih kedelai yang berasal dari Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Balitkabi.

Pelaksanaan pengujian berjalan tiap tahun serta ditambah dengan uji banding dengan beberapa laboratorium eksternal untuk memastikan keabsahan hasil pengamatan analisis. Dari hasil uji banding, dinyatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan Balitkabi sama dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh Balai Besar Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Cimanggu Bogor serta Balai Karantina Surabaya.

Selain pengujian, pendukung lain adalah sumber daya manusia (SDM) dan peralatan. SDM yang ditugaskan berkompeten dalam bidang penyakit tanaman. Peningkatan kompetensi SDM terus dipupuk dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan, baik yang dilakukan secara internal ataupun eksternal Balitkabi.

Selain SDM, alat juga beperan penting dalam pelaksanaan deteksi Fusarium spp terbawa benih. Alat yang digunakan setiap tahun dilakukan kalibrasi untuk mempertahankan ketepatan alat dalam pengukuran. Laboratorium Penyakit (Mikologi) dalam pengujiannya berpedoman pada International Rules for Seed Testing (ISTA) 2018.

Pengujian deteksi Fusarium spp terbawa benih kedelai

Pengujian deteksi Fusarium spp terbawa benih kedelai

Fusarium spp merupakan cendawan yang berada di tanah / bagian tanaman dan dapat menyebabkan kerugian hasil. Oleh karena itu, Laboratorium Penyakit (Mikologi) didirikan dengan tujuan untuk mendeteksi cendawan Fusarium spp terbawa benih kedelai. Kedepannya, Laboratorium Penyakit (Mikologi) menerima sampel benih kedelai, baik dari dalam maupun luar Balitkabi.

KPS/HK