Berita » Salinitas pada Kacang Hijau dan Evaluasi Galur Kedelai Genjah Biji Besar

a-pesertasem

Dua makalah dipresentasikan dengan judul Tanggap Tanaman Kacang Hijau terhadap Cekaman Salinitas disampaikan oleh Ir. Abdullah Taufiq, MP dan Evaluasi Hasil Galur Kedelai Umur Genjah dan Berukuran Biji Besar dibawakan oleh Dr. Novita Nugrahaeni pada seminar rutin intern Balitkabi di Aula Balitkabi pada8 April 2013. Seminar dimoderatori oleh Dr. Suharsono.

Dalam paparannya, Ir Abdullah Taufiq, MP mengungkapkan bahwa peningkatan salinitas air meningkatkan salinitas tanah (DHLs). Peningkatan salinitas tidak berpengaruh terhadap luas daun kacang hijau, tetapi nyata menurunkan bobot kering akar, indeks kandungan klorofil daun, jumlah polong isi, jumlah biji/polong, bobot polong dan biji kering/tanaman, dan bobot 100 biji. Peubah indeks kandungan klorofil daun, komponen hasil dan hasil lebih sensitif terhadap pengaruh salinitas dibandingkan tinggi tanaman, biomas tajuk, dan luas daun. Berdasarkan penurunan hasil, terdapat keragaman toleransi antarvarietas yang diuji. Varietas Vima 1 toleran DHLs 6,6–12,5 dS/m (agak tinggi hingga tinggi), Varietas Murai, Kenari, Sriti, Betet toleran hingga DHLs 2,9– 5,7 dS/m (sedang hingga agak tinggi). Varietas Kutilang, Sampeong, Perkutut, Merpati, dan Walet toleran hingga DHLs 1,8–2,7 dS/m (sangat rendah hingga sedang). Batas kritis tertinggi DHL tanah untuk varietas kacang hijau yang diuji adalah 2,7 dS/m untuk peubah hasil, dan 2,46,7 untuk peubah pertumbuhan tanaman.Untuk topik kedelai, Dr. Novita memaparkan bahwa ukuran biji adalah karakter penting untuk kedelai sebagai bahan baku industri. Mayoritas pengrajin tempe menghendaki kedelai biji besar dan warna kuning. Untuk menjawab tantangan ini, serangkaian penelitian dilakukan di kebun percobaan lingkup Balitkabi pada tahun 2009–2011. Dari kegiatan tersebut didapatkan 75 galur berumur genjah dan berukuran biji besar yang merupakan zuriat 11 seri persilangan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya interaksi genotipe x lingkungan pada semua karakter yang diamati yang meliputi tinggi tanaman, jumlah buku subur, umur masak, berat 100 biji, dan hasil biji. Hasil ini mengindikasikan untuk melakukan evaluasi galur di masing-masing lokasi. Di antara 11 seri persilangan yang dievaluasi, terdapat delapan seri yang menghasilkan 38 galur berumur genjah, berukuran biji besar, dan berdaya hasil tinggi dibandingkan varietas pembanding Grobogan.
Dr Erry/AW