Berita » Santai namun Serius, Peneliti Balitkabi Diskusikan Program Kerja 2020-2024

dsc_8182

Tidak ada sekat antara peneliti junior dan senior, seluruh peneliti dan tim diseminasi berkumpul dan berbagi ide serta gagasan tentang arah penelitian dan pengembangan aneka kacang dan umbi 2020‒2024. Acara yang berlangsung di Aula Balitkabi pada tanggal 21 Januari 2019, diikuti oleh seluruh peneliti Balitkabi dan tim seksi Jasa Penelitian. “Melalui forum ini, aspirasi seluruh peneliti dapat diwadahi sehingga didapatkan renstra yang matang namun memiliki aspek kekinian dan kebaruan yang telah disepakati dan tidak berubah lagi,” kata Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi mengawali arahannya. Hal ini penting, agar kedepannya seluruh peneliti dan tim pendukung nyaman bekerja dalam renstra 2020‒2024.

Dipandu oleh Dr. Joko Susilo Utomo dan Dr. A.A. Rahmiana, bincang-bincang ini mengalir santai namun serius. Lewat pertanyaan-pertanyaan jitu keduanya, suara hati peneliti milenial kental mampu diungkap dan diangkat. Peneliti senior menunjukkan simpanan ide/gagasan dan para Profesor Riset menonjolkan wawasan dan sintesa sehingga ibarat arsitektur atau grand design, semuanya menjadi tampak jelas. Tak cukup hanya itu, calon-calon inovasi dan teknologi aneka kacang dan umbi unggulan serta prioritas kegiatan utama tampak gamblang yang akan memudahkan penyiapan peta jalan 2020‒2024 termasuk strategi unggul hilirisasinya.

 

  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image

Dikawal tiga Profesor Riset dan 60 peneliti ahli utama, madya, muda, dan pertama, banyak bahan yang dapat dijaring untuk penajaman program penelitian dan pengembangan aneka kacang dan umbi. Selain tentang program penelitian, program pengembangan lewat diseminasi juga dibahas dalam bincang-bincang ini. Banyak teknologi yang bagus namun tidak sampai kepada pengguna. ‘”Seksi Jasa Penelitian adalah corongnya balai, sehingga dibutuhkan tim handal yang mampu bekerja secara komprehensif,” kata Yuliantoro dengan tegas. Tim humas dan diseminasi harus mampu mengemas dengan baik berita untuk mendiseminasikan. Bekerja secara cerdik, cerdas dan cepat. Jadikan suatu budaya, jika ada yang menarik, siapkan, kemas, dan viralkan. Kata kunci diseminasi lima tahun ke depan harus berani melakukan evaluasi tahunan, berani merubah, mengkoreksi dan membuat terobosan.

dsc_8303

Di akhir acara dilakukan penandatangan perjanjian kerja terkait IKU (Indikator Kinerja Utama) yang meliputi target VUB (varietas unggul baru), teknologi, dan publikasi antara penanggung jawab RPTP dan Kepala Balitkabi dan Koordinator Program Penelitian.

  • image
  • image

RTH/YB