Berita » Sari Varietas Ubijalar, Diminati Industri

sari_0

  Varietas Sari dilepas pada tahun 2011. Varietas ini berkembang pesat di sentra produksi ubijalar, antara lain di Karanganyar (Jawa Tengah), Mojokerto, Pasuruan, Malang (Jawa Timur), bahkan di Jawa Barat dan Kalimantan. Sampai saat ini peminatnya terus bertambah baik dari kalangan petani maupun industri.

Keunggulan varietas Sari adalah berumur genjah (3,5 bulan) dan tahan hama utama ubijalar, yaitu hama boleng (Cylas formicarius). Yang tidak kalah penting tentu saja hasil umbinya yang tinggi. Ir. St. Rahayuningsih, M.S., pemulianya varietas Sari mengungkapkan bahwa terus bertambahnya luas tanam varietas Sari disebabkan oleh permintaan industri yang juga meningkat sebagai bahan baku pembuatan saos. Rasa umbi Var Sari enak dan manis, kurang berserat dan warna umbi kuning muda sehingga proses pewarnaan saos lebih mudah. Keunggulan-keunggulan itulah yang mendorong harga jual varietas Sari lebih tinggi dibandingkan ubijalar varietas lain.

Pengamatan yang dilakukan Ibu Rahayuningsih di Karanganyar menunjukkan bahwa hasil varietas Sari pada kondisi optimal bisa mencapai 40 t/ha. Salah seorang pedagang ubijalar di Tumpang Malang, Pak Purwono, mampu memasok ubijalar varietas Sari sebanyak 5 ton per hari kepada industri. Para pedagang di sentra produksi ubijalar di Tumpang menjuluki varietas Sari sebagai varietas “super tok”, karena hasil umbinya sangat banyak dan keuntungannya melimpah walaupun keragaan tanaman kurang meyakinkan. Varietas ubijalar Sari merupakan satu bentuk inovasi Badan Litbang Pertanian yang mampu menyejahterakan masyarakat.

Hamparan varietas Sari di Malang (kiri) dan Karanganyar (kanan)