Berita ยป SD Kebonsari 3 Malang Bertamasya Ilmiah ke Balitkabi

a_sd_k_sari3_bika

Sebanyak 45 Siswa Kelas 3 dari SDN Kebonsari 3 Kota Malang bersama pembimbingnya bertamasya ilmiah ke Balitkabi Rabu, 23 Januari 2012. Para siswa tersebut berbaris rapi di halaman Kantor Balitkabi seolah mereka akan menerima pelajaran dari guru-guru mereka di sekolah. Selesai menyiapkan diri, selanjutnya anak-anak dengan beragam karakternya tersebut dibawa Pak Achmad Winarto menyusuri sawah di Kebun Percobaan Kendalpayak. Pada awalnya mereka dijelaskan tentang aneka varietas ubi kayu di pertanaman benih. Lalu ke pertanaman plasma nutfah umbi-umbian, pertanaman ubi jalar, screen house, lalu ke UPBS, dan tamasya ilmiah lapang diakhiri di KRPL Umbi-umbian.

Pak Win, dengan bahasa anak-anak dan menunjukkan contoh-contoh menjelaskan bahwa ubi kayu, sebagai makhluk hidup sama seperti kita, manusia, memiliki perbedaan sifat atau karakter. Ada yang tinggi dan pendek, umurnya ada yang panjang (9 bulan) dan ada yang pendek (7-8 bulan), warna tangkai daun ada yang merah-ungu, ada yang putih kekuningan, juga ada yang hijau. Demikian juga umbinya ada yang berwarna kuning, putih. Rasanya pun ada ada yang rasanya enak ada yang pahit. “Yang pahit untuk pati atau tepung” tutur pak Win. “Yang enak diapakan?”, tanya pak Win, yang dijawab beragam oleh anak-anak. “Digoreng, … dimakan, dikolak ….”.

Di pertanaman ubi jalar para siswa dijelaskan tentang karakter-karakter aneka varietas yang ada di pertanaman, termasuk meminta anak-anak membaca papan nama varietas yang ada di hadapan mereka. Mereka berebut membaca ada yang membaca dengan keras, ada yang perlahan, bahkan terbata-bata ….. Papua So.. lo .. ssa, Sari .., Beta 1. …., Sukuh … dan seterusnya …”. Anak-anak diminta memetik beberapa daun ubi jalar dari masing-masing varietas, lalu ditunjukkan perbedaan atau ciri dari aneka varietas tersebut dari bentuk dan warna daunnya. Demikian juga di KRPL umbi-umbian, ternyata memang anak-anak belum tahu yang namanya ganyong, garut, suweg mbothe, talas …. Yang mereka tahu ternyata terbatas pada ubi kayu dan ubi jalar.

Ketika diberitahu akan disuguhi es krim dari ubi jalar, mereka bengong juga. Apa iya? Es Krim kok dari ubi jalra. Namun ketika benar-benar menyantap es krim tersebut tak ada hiruk pikuk….. semua menyantap sambil diam menikmatinya …

Tak lupa pentingnya gudang ilmu, Pak Win membawa anak-anak ini ke perustakaan Balitkabi. Di sini anak-anak ditunjukkan aneka buku yang merupakan sumber ilmu. “Dengan buku, anak-anak bisa menguasai ilmu pengetahuan dan mengembangkannya”.

Wah ternyata mengajarkan sesuatu kepada anak-anak menyenangkan … sekali!

AW