Berita ยป Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedelai di Lampung

lampung

Dalam pembangunan pertanian ke depan, upaya peningkatan produksi kedelai masih mendapat prioritas dengan sasaran mencapai swasembada pada tahun 2017. Produksi kedelai dalam negeri, hingga tahun 2016 baru dapat memenuhi kebutuhan nasional sekitar 40%, yang disebabkan oleh kurangnya luas areal panen dan produktivitas yang masih jauh di bawah potensi varietas yang ditanam. Untuk meningkatkan produksi kedelai melalui perluasan areal panen, kita mempunyai beragam jenis lahan dan varietas yang apabila dapat dimanfaatkan dengan optimal akan mampu mencapai swasembada. Berbagai jenis lahan yang tersedia untuk pengembangaan kedelai diantaranya adalah lahan: sawah, tegal, kering beriklim kering, kering masam, pasang surut, dan perkebunan muda. Untuk mencapai swasembada kedelai, luas areal panen kedelai yang kini hanya sekitar 700 ribu ha perlu diperluas hingga dapat mencapai sekitar 1,5 juta ha, dengan tingkat produktivitas 1,75 t/ha. Untuk melakukan hal itu, penyediaan benih di lapangan masih menjadi kendala. Sebagai sarana produksi utama, penyediaan benih bermutu akan berperan penting dalam menentukan tingkat hasil yang akan diperoleh.

Provinsi Lampung merupakan target sasaran Peningkatan Intensitas Pertanaman (PIP) dan Peningkatan Perluasan Areal Tanam (PAT), untuk memenuhi target areal dan ketersediaan benih kedelai. Luas sasaran kedelai di provinsi Lampung tahun 2016 adalah 19.142 ha, dengan produktivitas 1,234 ton/ha dan sasaran produksi 22.500 ton, sehingga benih yang diperlukan diperkirakan 957,1 ton. Badan Litbang Pertanian telah merancang program Model Mandiri Benih Kedelai melalui Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedelai (SLMBK), yang pelaksanaan operasionalnya oleh BPTP Lampung dan Bimbingan Teknis oleh Balitkabi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang akan melaksanakan rintisan model SLMBK, sebagai model yang nantinya akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan benih di daerahnya sendiri. SLMBK di Lampung, direncanakan di Kabupaten Pring Sewu. Untuk mengawali kegiatan SLMBK, diadakan Bimbingan Teknologi Produksi Benih Kedelai secara Mandiri kepada peneliti/penyuluh BPTP, Mantri Tani, Penyuluh, dan kelompok tani. Bimtek diadakan di Kelompok Tani Sri Makmur III, Desa Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pring Sewu, Lampung pada tanggal 12 Mei 2016. Bimtek diikuti sekitar 60 orang calon produsen benih kedelai. Sebagai narasumber adalah peneliti/penyuluh BPTP Lampung dan peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi yaitu: Prof. Dr. Marwoto (Koordinator Penelitian Komoditas Kedelai), Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu (Peneliti Budidaya Kedelai), dan Ir. Sri Wahyuni Indiati, M.S. (Peneliti Hama dan Penyakit Kedelai). Materi yang dibahas antara lain: 1) Prinsip pelaksanaan SLMBK, 2) Teknologi produksi benih, 3) Pemurnian genetik, 4) Pengendalian hama dan penyakit, dan 5) Teknologi pascapanen untuk benih.


Bimtek Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedelai (kanan) dan Diskusi pelaksanaan SLMBK dipimpin Ir. Jamari, M.S. (kiri).


Penyerahan publikasi kedelai dari Balitkabi ke BPTP Lampung (kiri), dari BPTP Lampung Kepada Mantri Tani Kecamatan Ambarawa (tengah),
dan dari Mantri Tani kepada ketua Kelompok Tani (kanan).

MWT