Berita ยป Semangat Petani Kedelai di Pasuruan

Tidak bisa dipungkiri, jika hingga sekarang Jawa Timur masih menjadi sentra kedelai nasional. Tantangan berusahatani kedelai memang tidak sedikit, taruhlah masalah harga. Tetapi di beberapa tempat di Jawa Timur, salah satunya di Pasuruan, kedelai masih tetap dibudidayakan hingga saat ini.

Sentra kedelai di Pasuruan diantaranya berada di desa Kebonwaris dan Tunggul Wulung, yang keduanya berada di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kedua desa tersebut mempunyai area pertanaman kedelai pada MK 2 lebih dari 80 hektar. Kedelai merupakan komoditas yang ditanam setelah padi ke 2 (MK2). Kebutuhan benih sebagian diperoleh dari menanam kedelai pada pematang sawah. Seperti diutarakan oleh Sukarto (Ketua Kelompok Tani Sidodadi Desa Kebonwaris) yang mempunyai sawah sekitar 0,6 hektar, yang mendapatkan benih sekitar 40 kg. Varietas yang digunakan adalah varietas Wilis. Lain lagi dengan Pak Taukid yang tertarik untuk menanam varietas Deja 2, seperti rekannya (Pak Sukarto), yang penanamannya dilakukan pada MK2.

Sukarto lalu melanjutkan semangat ceritanya tentang kedelai, dengan senang pernah mendapatkan hasil 14 kuintal dalam luasan 0,6 ha tanpa pupuk, namun dirawat dengan baik, meskipun hal itu tujuh tahun yang lalu. Petani di daerah ini selalu menanam kedelai pada MK 2, karena ketersediaan air hanya cukup untuk kedelai. Petani kedelai harus sabar serta menerima hasil dengan ikhlas untuk menjaga hatinya tenteram, begitu kata Sukarto mengakhiri pertemuan di dekat lahan sawahnya.

pasuruan pasuruan1
Lahan siap ditanami padi, dan kedelai pada pematang (kiri). Peneliti Balitkabi (Dr. Runik Dyah P) berbincang dengan Pak Sukarto dan Pak Taukid (kanan).

GWAS/RDP/PWT