Berita » Sembilan Galur Unggul Kacang Tanah dan Kedelai Hutan Diseminarkan

1-puslitsem-5

Dua makalah berjudul “Upaya Peningkatan Produksi Kacang Tanah melalui Perakitan Varietas Unggul Produksi Tinggi Toleran Penyakit Bercak Daun” dan “Identifikasi Lahan Hutan untuk Perluasan Tanaman Kedelai” telah diseminarkan Puslitbangtan, 12 Juli 2012. Selaku pemakalah adalah Ir Joko Purnomo, MS sebagai pemulia kacang tanah Balitkabi dan Drs Lukman Hakim, MS peneliti analisis kebijakan  dari Puslitbangtan Bogor.

 

Pak Joko menjelaskan bahwa rata-rata nasional produktivitas kacang tanah saat ini adalah 1,3–1,5 t/ha, masih tergolong rendah. Hasil penelitian untuk peningkatan produktivitas kacang tanah melalui perakitan varietas telah dilakukan dan diperoleh sembilan (9) galur unggul dengan potensi hasil 4,0–4,5 t/ha. Galur-galur tersebut juga tahan penyakit bercak daun dan karat daun, namun umurnya agak panjang antara 110–115 hari. Untuk melepas galur-galur menjadi varietas masih diperlukan karakter umur yang genjah. Saat ini, produktivitas varietas unggul kacang tanah yang dilepas yaitu Hipoma 1 dan Hipoma 2 dapat mencapai 3,5 t/ha polong kering dengan karakter toleran kekeringan dan  umur 90-100 hari.

Ir. Joko Poernomo, MS mempresentasikan makalah pembentukan varietas unggul kacang tanah

Sementara itu, Drs. Lukman Hakim berdasarkan identifikasinya terhadap lahan Perum Perhutani di Pulau Jawa menunjukkan bahwa lahan yang dapat ditanami kedelai di Perum Perhutani I Jawa Tengah mencapai luasan 108.000 ha, Perum Perhutani II Jawa Timur 111.221 ha dan Perum Perhutani III Jawa Barat seluas 71.103 ha. Rekomendasi penanaman kedelai yang paling sesuai adalah pada musim hujan ke-2 yang jatuh pada bulan Februari/Maret. Kedelai yang ditanam pada bulan ini panen jatuh pada musim kering bulan Mei/Juni yang dapat menghasilkan kualitas biji kedelai lebih baik, hasil biji kedelai hutan mempunyai nilai jual tinggi bila dijadikan benih. Potensi penanaman kedelai hutan akan lebih berarti dan mempunyai harga jual tinggi diprogramkan untuk produksi benih. Dukungan kebijakan diperlukan untuk memberikan insentif kepada petani berupa akses, modal, dan sarana produksi (benih, pupuk, pestisida), serta peningkatan pengetahuan tentang inovasi teknologi terkini (pelatihan, penyuluhan). Kebijakan penting lainnya adalah penetapan harga jual yang menarik, pembatasan impor atau diberlakukan tarif impor, meningkatkan peran Bulog untuk menampung hasil kedelai dengan harga yang layak pada saat panen raya, dukungan pengambil kebijakan di daerah untuk mendorong pengembangan kedelai dan menampung hasil panen kedelai.

Drs. Lukman Hakim mempresentasikan makalah identifkasi lahan kedelai hutan


Peserta seminar dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan