Berita ยป Seminar Hasil Penelitian dan Rapat Koordinasi Balitkabi 2019

rakot

Di penghujung tahun 2019 Balitkabi menggelar dua acara sekaligus yaitu evaluasi hasil penelitian 2019 dan koordinasi rencana kegiatan 2020 yang bertempat di Aula Balitkabi pada 9 Desember 2019. Acara ini dihadiri oleh Kabid PE Puslitbang Tanaman Pangan, diikuti oleh seluruh jajaran manajemen, peneliti, teknisi, dan IP2TP lingkup Balitkabi. Rakor dibuka oleh Kepala Balai, dan dalam bingkaiannya Kepala Balai menekankan bahwa evaluasi hasil kegiatan 2019 agar dapat digunakan untuk mengidentifikasi capaian-capaian kinerja penelitian sesuai dengan perjanjian kinerja (PK) yang kemudian akan diserahkan kepada Kepala Balitbangtan dan Menteri Pertanian. Kegiatan 2020 diharapkan dapat memberi manfaat bagi Balitkabi, dan diharapkan semua komoditas menyiapkan penyusunan ROI.

Kabid PE Puslitbangtan Dr Andy Wijanarko menyampaikan bahwa Menteri Pertanian mengharapkan agar setiap peneliti dapat berkontribusi terhadap hasil Kinerja Insititusi (Lakin). Hal yang perlu diperhatikan adalah realisasi capaian tujuan kegiatan (RPTP), target IKU, dan termanfaatkannya teknologi yang dibuktikan dengan diseminasi teknologi dan jumlah pengguna teknologi/petani (sesuai standar penilaian BBSDMP yang diikuti oleh Bapennas). Terkait 12 program utama Kementan tahun 2020-2024, Balitbangtan harus banyak berperan pada akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan perbanyakan benih hasil litbang serta tetap mendukung program Kementan lainnya seperti Single data, Kostratani, AWR/AOR, KPM3 (Kawasan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern), Penurunan loses/peningkatan produktivitas 7% (ini harus ditingkatkan menjadi 9%), Pengentasan daerah rawan, Famili Farming, dan Pertanian Masuk Sekolah (PMS). Dengan program jangka pendek yaitu Single data, Kostratani, Ketersediaan Pangan, Pembiayaan, serta Sinergitas, pemanfaatan teknologi yang ditetapkan oleh Balitbangtan ke depan akan mengacu pada teradopsinya inovasi teknologi tersebut. Puslitbangtan telah menyusun rencana kegiatan terkait Program Kementan 2020-2024, Balitkabi diharapkan dapat segera men-tagging kegiatan.

Target IKU Balitkabi 2019 disampaikan oleh Dr. Febria Cahya Indriani, selanjutnya disampaikan hasil penelitian 2019 oleh penanggung jawab kegiatan. Evaluasi hasil penelitian yang menjadi IKU Balitkabi 2019 yang meliputi : Sumber Daya Genetik (SDG) Akabi, VUB, Paket Teknologi, Produksi Benis Sumber serta Karya Tulis Ilmiah dapat terealisasi semua bahkan melebihi target seperti misalnya target 3 VUB akabi, berhasil merilis 9 VUB. Meskipun demikian disarankan oleh Kepala Balai untuk : (1) Perlu dilakukan evaluasi terhadap teknologi budidaya yang kelayakan finansialnya (B/C ratio) rendah; (2) Tidak semua invensi dapat digelar secara bersamaan, sehingga perlu dipilih invensi yang mempunyai keunggulan dan layak dijual; (3) Tujuan pengendalian HPT dengan teknologi pestisida nabati adalah Integrated Pest Management (IPM) dengan fokus pada seberapa besar sumbangan pestisida nabati dapat menekan penggunaan pestisida kimiawi, menuju konsep budidaya pertanian yang sehat; dan (4) Balai komoditas harus tetap mendukung dan terlibat dalam program di Kementan seperti AWR, Kostratani, KPM3, penurunan losees dan peningkatan produktivitas 7%, pengentasan daerah rawan pangan, famili farming, dan pertanian masuk sekolah.

Sesi kedua dilanjutkan rapat koordinasi untuk menyiapkan kegiatan tahun 2020. Koordinator Program Dr. Eriyanto Yusnawan, Kasie Jaslit B. S. Koentjoro, S.P., M. Kom, Kasie Yantek Dr. Rudi Iswanto, Ir. Fahrur Rozi, M.S., Kasubbag. TU Langgeng Sutrisno, S.P. dan Rina Artari, M.Biotech secara bergantian menyampaikan materi: Integrasi Program dan Kegiatan Kementerian Pertanian 2020, Agriculture War Room, ROI (Return on Investment) untuk Menghitung Manfaat dari Penelitian, Penguatan PNBP, SiRUP V.2.3 serta SDM.

Secara ringkas dapat disampaikan dari 12 program utama Kementan 2020-2024, Balitkabi akan berkontribusi pada poin 10 (akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan perbanyakan/produksi benih/bibit hasil litbang), poin 2 (optimasi pemanfaatan lahan (lahan rawa dan lahan kering), dan poin 4 (mekanisasi pertanian). Dengan peningkatan target produksi kedelai yang semula 0,42 juta ton menjadi 1,12 juta ton atau naik 300%, sehingga perlu segera dibuat skenario untuk pencapaian produksi. Isu aktual Renstra 2020-2024 adalah double track (hasil penelitian untuk kebutuhan pangan dan industri) serta pengukuran outcome. Tahun 2020, porang masuk di RPTP SDG, dan ditargetkan paling lama dalam dua tahun sudah dapat merilis varietas (pemutihan varietas). Setiap calon varietas akabi yang akan dilepas perlu dibuat deskripsi (infografis), teknologi pendukung, press release, dan outcome (ROI). Return on Investment perlu disampaikan agar outcome dari kegiatan penelitian dapat diukur.

Kementan saat ini sedang mengembangkan Agriculture War Room (AWR) untuk membangun pertanian melalui pendekatan digital menuju ke Pertanian 4.0. Jaringan data pendukung AWR diantaranya berasal dari: BMKG, LAPAN dan BIG, BPS, ATR/BPN, Kemendag, dan Daerah (BPTP, Dinas Kabupaten, BPP Kecamatan). Pertanian 4.0 sangat bermanfaat karena lebih presisi, lebih menguntungkan, dan lebih ramah lingkungan.

Tahun 2020 pengadaan barang akan dilakukan melalui aplikasi SiRUP V.2.3, yaitu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis web. Reformasi birokrasi dihadapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan, meningkatkan lapangan kerja dan investasi. Reformasi mindset diharapkan dapat membangun sumber daya manusia dengan menanamkan nilai-nilai budaya kerja baru untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Balitkabi akan berupaya memanfaatkan dana APBN sesuai Tema APBN 2019 adalah adil, sehat, dan mandiri dengan berasal dari pajak, PNBP, dan hibah. PNBP kementan diperoleh dari hasil pertanian, jasa dan royalti, dan dikerjakan berbasis aplikasi Simphoni. Pemanfaatan PNBP di Balitbangtan diantaranya untuk: pengujian dan pemeliharaan lab, pembelian bahan kimia dan penunjang, pemeliharaan peralatan, gedung, sarpras penelitian, dan peningkatan SDM. Penghasil PNBP adalah IP2TP, laboratorium, UPBS, gedung, jasa pengujian, benih BS dan FS, kerjasama penelitian serta sewa aula dan mess. PNBP digunakan untuk operasional IP2TP, laboratorium, UPBS, penelitian, pengadaan sarana penunjang, dan peningkatan SDM.

Yang terakhir adalah mengenai disiplin PNS dengan penekanan mentaati peraturan, menghindari larangan, dan kinerjanya mencapai target yang ditetapkan. Peningkatan kompetensi peneliti dilakukan dengan mendorong peneliti untuk melakukan tugas belajar, ijin belajar, dan peningkatan jenjang fungsionalnya.

Diskusi diantara peserta berlangsung hangat dan menarik bergulir sesuai topik bahasan hingga diperoleh rumusan kegiatan yang disampaikan oleh tim perumus. Acara secara resmi ditutup oleh Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi. Semoga seminar dan rakor ini membawa energi dan semangat baru menyambut dan menghadapi tantangan di tahun 2020.
RDP/HK/WR