Berita » Seminar Nasional “Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia”

Dr. Bayu Krisnamurthi (Ketua Perhepi /Wakil Menteri Perdagangan) sedang menyampaikan Keynote speech pada Seminar Nasional: Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia.

Sabtu 26 Januari 2013, beberapa peneliti Balitkabi mengikuti Seminar Nasional Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi)bekerjasama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dalam rangka menyambut Dies Natalis UNS ke 37 di Fakultas Pertanian UNS, Surakarta. Tema Seminar adalah: Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia. Seminar diikuti 175 peserta terdiri atas anggota Perhepi dari 27 provinsi, dosen, peneliti, dan pengambil kebijakan. Seminar dibuka oleh Rektor UNS (Prof. DR. Ravik Karsidi MS) dengan Keynote speaker Prof. Bayu Krisnamurthi MS, selaku Ketua Perhepi sekaligus Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang berjudul: Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia. Dalam paparannya, Prof Bayu mengemukakan bahwa Indonesia sebagai Negara Agraris, pembangunan bidang pertanian sangat penting dalam mendukung Pembangunan Nasional. Juga ditekankan bahwa untuk menghadapi ekonomi global yang makin ketat, diperlukan kreativitas yang tinggi sehingga diperoleh nilai tambah produk pertanian yang tinggi yang pada gilirannya mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai Kebijakan telah diluncurkan oleh Pemerintah untuk mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif pada berbagai komoditas Pertanian di Indonesia.

Dr. Bayu Krisnamurthi (Ketua Perhepi /Wakil Menteri Perdagangan) sedang menyampaikan Keynote speech pada Seminar Nasional: Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia.

Peneliti Balitkabi yang berpartisipasi pada seminar tersebut adalah: Ir. Yudi Widodo MS, Ir. St.A. Rahayuningsih MS, Ir. Budi Santoso Rajid MS, Dr. Sholihin, Ir. Nila Prasetyaswati dan Sri Wahyuningsih, SP yang menyampaikan lima makalah hasil-hasil penelitian wanatani ubikayu, ubijalar dan 2 (dua) makalah hasil penelitian kedelai serta kacang hijau, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif.

Prof. Nasir Saleh/AW