Berita » Seminar Pengusulan Varietas Kedelai Tahan Pecah Polong dan LogBook Penelitian

100516

Pecah polong (pod shattering) dapat menurunkan produksi kedelai melalui kehilangan hasil antara 34–100%. Kehilangan hasil akibat pecah polong dipengaruhi oleh waktu panen, kondisi lingkungan, dan ketahanan dari varietas kedelai yang ditanam. Berdasarkan permasalahan tersebut pemulia tanaman Balitkabi merakit varietas unggul baru kedelai tahan pecah polong yang diketuai oleh Dr. M. Muchlish Adie. Pada tahun 2016, terdapat tiga galur harapan kedelai yang akan diusulkan untuk disidangkan pada pelepasan varietas. Melalui seminar internal Balitkabi pada tanggal 10 Mei 2016, Dr. M. Muchlish Adie mempresentasikan proposal pelepasan varietas kedelai tahan pecah polong, yang dihadiri oleh seluruh peneliti dan calon peneliti Balitkabi.

Terdapat tiga galur harapan yang akan diusulkan untuk disidangkan pada pelepasan varietas yaitu G 511 H/Anjasmoro-1-4, G 511 H/Anjasmoro-1-2, dan G 511 H/Anjasmoro-1-6. Galur harapan tersebut mempunyai umur genjah, bijinya tergolong besar serta kandungan isoflavon yang tinggi, sesuai untuk bahan baku tempe. Selanjutnya tim Evaluasi Teknologi dan Artikel Ilmiah/Review Balitkabi yang diketuai oleh Prof. Dr. Subandi memberikan masukan dan saran untuk perbaikan proposal pelepasan varietas kedelai tahan pecah polong.

Selain pemaparan proposal pelepasan varietas kedelai tahan pecah polong, dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan sosialisasi LogBook Penelitian oleh Tim KNAPPP yang diwakili oleh Prof. Dr. Arief Harsono, Ir. Trustinah, M.P., dan Alfi Inayati, M.P. Pada sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai logbook yang harus diisi oleh peneliti dalam rangka implementasi KNAPPP Balitkabi. Logbook berisi catatan segala aktivitas berkaitan dengan penelitian yang dibuat oleh masing-masing peneliti sebagai bukti otentik dari segi ilmiah dan segi hukum. Salah satu tujuan dari pengisian logbook ini agar kegiatan dan data hasil penelitian dapat ditelusuri jejaknya (traceable).

RA/AW