Berita » Setiap Dana Riset Harus Menghasilkan Produk Riset yang Jelas dan Terukur

Workshop tentang Implementasi Pemanfaatan Inovasi dan Penyediaan Benih/Bibit Unggul yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, tanggal 12 Januari 2021, di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, merupakan tindak lanjut dari Rakernas Pembangunan Pertanian, 11 Januari 2021.

Pengantar workshop yang disampaikan oleh Sekretaris Balitbangtan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, workshop segera dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian pada Rakernas 11 Januari 2021. Bahasan diarahkan pada produksi benih, rencana aksi teknologi dan inovasi, dan teknologi spesifik lokasi. Workshop dihadiri secara langsung oleh para Kapus, Kabalai, Ka BPTP, dan Ka Lolit lingkup Balitbangtan, temasuk Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., dengan jumlah total peserta sekitar 320 orang, baik secara daring maupun luring. Pada workshop di awal tahun dipaparkan tentang dukungan kebijakan nasional terhadap pendayagunaan lembaga perbenihan dan pemanfaatan inovasi dari Bappenas serta dari Kementerian Keuangan tentang Peraturan Menteri Keuangan mengenai Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2021 (PMK 119/PMK.02/2020).

Mengawali arahannya, Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menyampaikan bahwa Rakernas yang telah dilaksanakan kemarin dan dibuka oleh Presiden RI, membuktikan bahwa di era pandemi, kinerja Kementerian Pertanian mendapatkan banyak apresiasi dan penghargaan. Tentu tahun 2021 kinerja Balitbangtan harus lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020. “Oleh karena itu, inventarisasi dan lihat kembali inovasi-inovasi yang telah dihasilkan. Petakan, dan harus tahu serta paham kebutuhan stakeholder, dan kita berikan yang terbaik pada stakeholder”, tegas Kepala Balitbangtan.

Harus diakui, teknologi, menjadi kunci penting untuk Kementerian Pertanian dan juga untuk Direktorat Jenderal Teknis. “Tentukan teknologi pada sisi hulu dan sisi hilir untuk mengungkit nilai tambah ekonomi. Termasuk di dalamnya adalah sektor perbenihan, di mana litbang tidak hanya menyiapkan benih sumbernya, tetapi juga harus mampu mendukung program Kementan. Balitkabi juga harus mampu menyiapkan benih secara cukup. Harus betul-betul dipegang, bahwa teknologi harus mampu berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pendapatan. Sekali lagi saya tekankan, bahwa setiap anggaran yang dikucurkan untuk riset maka harus menghasilkan produk yang jelas dan terukur, sekali lagi, harus”, kata Kepala Balitbangtan menegaskan kembali.

Sebelum memasuki sesi pemaparan tentang program-program rencana aksi, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA menyampaikan kisi-kisi untuk persiapan Rakernas Perbenihan di Kalimantan Tengah pada tanggal 18-29 Januari 2021, diantaranya tentang P3B (Program Peningkatan Produksi Benih), dan yang tidak kalah pentingnya adalah merumuskan Cara Bertindak (CB) untuk VUB, logistik benih, dan kelembagaan perbenihan.

raker raker1
Kepala Balitbangtan dan Sekretaris Balitbangtan pada workshop 12 Januari 2021
Workshop yang dilaksanakan di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta

Workshop yang dilaksanakan di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta (Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

TS/AI/AK