Berita » Silahturahmi Nasional Lembaga Litbang Unggul Inovatif dan Berdaya Saing Tahun 2019

Menristekdikti bersama perwakilan 137 lembaga PUI Litbang dan PUI Perguruan Tinggi

Menristekdikti bersama perwakilan 137 lembaga PUI Litbang dan PUI Perguruan Tinggi

Kegiatan silahturahmi lembaga litbang unggul inovatif dan berdaya saing digelar di Auditorium 2 Gedung D Kemenristekdikti, pada 1 Oktober 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), pejabat di lingkungan Kemenristekdikti, 137 lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI) Litbang dan PUI Perguruan Tinggi, Badan Litbang Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, LPPM, Perguruan Tinggi, Tim Pakar PUI, serta Tim Pelaksana dan Sekretariat PUI Ristekdikti.

Kegiatan silahturahmi terbagi dalam dua agenda acara, yaitu sesi pertama : Rapat Koordinasi Persiapan Monev PUI Tahun 2019 dan Sesi kedua : Silahturahmi Nasional Lembaga Litbang Indonesia Tahun 2019. Pada kegiatan sesi pertama yaitu rapat koordinasi Monev PUI 2019 disampaikan rencana kegiatan Monev ke masing-masing lembaga PUI pada awal Oktober sampai awal November 2019. Tim Pelaksana dan Sekretariat PUI Ristekdikti (Ibu Lelya dan Bapak Aswin) menjelaskan 27 indikator kinerja PUI dengan beberapa perubahan indikator kinerja dari tahun-tahun sebelumnya yang akan menjadi poin penilaian Monev. Penjelasan juga mencakup keterangan setiap indikator kinerja, data dukung yang diperlukan, dan bentuk matriks yang harus dapat ditampilkan oleh setiap lembaga PUI, termasuk teknis dan administrasi pelaksanaan kegiatan Monev.

Kapus PUI BATAN, Kapus PUI LAPAN, Dokter gigi RS Duta Indah dan Ibu Ira (pengrajin batik jumputan) bersama Menristekdikti dan Dirjen Kelembagaan dan Iptek Dikti

Kapus PUI BATAN, Kapus PUI LAPAN, Dokter gigi RS Duta Indah dan Ibu Ira (pengrajin batik jumputan) bersama Menristekdikti dan Dirjen Kelembagaan dan Iptek Dikti

Selanjutnya, suntikan motivasi dan semangat kepada lembaga PUI diberikan oleh Bapak Yudho Baskoro. Diawali dengan yel-yel “Kami PUI, Kami Litbang Unggul Indonesia”, Yudho menegaskan bahwa PUI merupakan salah satu program Ristekdikti yang menjadi prioritas dan tidak pernah berhenti meskipun terjadi empat kali pergantian menteri. Hal ini karena pengembangan lembaga litbang sebagai PUI dirasakan sangat penting. Sebanyak 81 lembaga litbang yang sudah ditetapkan sebagai PUI sejak tahun 2015-2018 dijadikan baseline pada penyusunan RPJM 2020-2024 oleh Bappenas. Program Ristekdikti harus dapat menunjukkan capaian outcome, oleh karena itu diharapkan lembaga-lembaga PUI dapat membantu dengan menunjukkan semua keunggulan/ prestasi yang dimiliki.

Pada agenda kegiatan sesi kedua yaitu Silahturahmi Nasional Lembaga Litbang Indonesia Tahun 2019, hadir sebagai undangan Menristekdikti didampingi pejabat di lingkungan Kemenristekdikti dan Tim Pakar PUI. Rangkaian acara kegiatan silahturahmi mencakup: (1) Laporan pelaksanaan penguatan kelembagaan lembaga litbang unggul tahun 2015-2019 oleh Dirjen Kelembagaan dan Iptek Dikti, (2) Testimoni dukungan penguatan kelembagaan dan pemanfaat hasil lembaga litbang unggul, (3) Penyerahan produk hasil lembaga litbang unggulan dan buku ”Menuju Lembaga Litbang Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing” dari Dirjen Kelembagaan dan Iptek kepada Menristekdikti, serta (4) Arahan dari Menristekdikti .

Di akhir acara, Menristekdikti dalam arahannya menekankan pentingnya riset untuk tidak hanya berhenti pada publikasi, namun juga harus dapat memberikan dampak kepada pengguna, baik industri maupun masyarakat secara langsung. Technology Readiness Level (TRL) harus dijadikan acuan pengukuran apakah inovasi yang dihasilkan telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Menristekdikti berharap agar produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga PUI dapat bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini seperti yang terjadi pada event tahunan Indonesian Innovation Day di berbagai negara yang telah mampu menjaring kerjasama dengan pihak industri swasta dan lembaga penelitian internasional, sehingga dapat meningkatkan ekspor Indonesia yang berbasis komoditas/produk lokal.
DAAE