Berita » SL-PTT Tanaman Pangan 2012 dan Penyempurnaan 2013

Pembingkaian Workshop oleh Kapuslitbangtan Dr. Hasil Sembiring dan para peserta dari Dirjentan, Badan SDM dan peneliti/penyuluh Badan Litbang Pertanian.

Dalam rangka evaluasi pelaksanaan pengawalan/pendampingan SL-PTT tanaman pangan (padi, jagung, dan kedelai) 2012 dan alternatif penyempurnaan SL-PTT 2013, Puslitbang Tanaman Pangan melaksanakan Workshop Pengawalan dan Pendampingan SL-PTT 2012 dan Perencanaan SL-PTT 2013 di Bogor pada 30 November–1 Desember 2012. Materi pembahasan dalam Workshop ini adalah: a) Perencanaan Pelaksanaan SL-PTT padi, jagung, dan kedelai 2013 oleh Dirjentan, Kementerian Pertanian, b) Rencana Pelaksanaan, Pendampingan, dan Kebutuhan Informasi Inovasi Teknologi Mendukung SLP-PTT padi, jagung dan kedelai tahun 2013, c) Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT 2012 oleh BPTP dan perencanaan tahun 2013. d) Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT padi, jagung dan kedelai 2012 dan Kesiapan Pendampingan SL-PTT 2013, dan e) Alternatif Penyempurnaan Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT 2013. Kapuslitbangtan Dr. Hasil Sembiring, mengatakan bahwa tujuan workshop ini untuk mengevaluasi pelaksanaan SL-PTT tanaman pangan yang telah dikerjakan pada tahun 2012, dari hasil evaluasi aspek positif dan negatif bisa dipelajari untuk merancang kesiapan pendampingan SL-PTT 2013. Tiga pilar utama dalam pelaksanaan SL-PTT adalah Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Litbang Pertanian, dan Badan SDM Kementerian Pertanian, masing-masing telah membeberkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi SL-PTT sebagai bahan pertimbangan tugas Litbang Pertanian untuk mengawal dan mendampingi pelaksanaan SLPTT tahun 2013.

Pembingkaian Workshop oleh  Kapuslitbangtan Dr. Hasil Sembiring  dan para peserta dari Dirjentan, Badan SDM dan peneliti/penyuluh Badan Litbang Pertanian.

Hasil pelaporan pendampingan SL-PTT pada tanaman padi, jagung, dan kedelai pada tahun 2012 oleh BB Padi, Balit Sereal, dan Balitkabi menunjukkan bahwa program pendampingan telah dilaksanakan dengan baik, lebih 98 program telah dilaksanakan, bahkan produksi benih sumber untuk display varietas tersalur melebihi target yang ditentukan

Prof. Dr. Marwoto (Balitkabi) mempresentasikan Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT  2012 dan perencanaan 2013, dan peserta utusan dari Dirjen Tanaman Pangan.

Khusus program SL-PTT kedelai pada tahun 2013 telah dicanangkan untuk SLPTT 455.000 ha, Model PTT 110 ha, dan PATB 104.250 ha dan diusulkan lagi 39 ha, dengan sasaran target produksi kedelai 1.500.000 – 2.250.000 ton. Sasaran produksi yang cukup tinggi harus dibarengi dengan kerja keras oleh semua pihak terkait. Dalam Program SLPTT ke depan 2013 telah ditetapkan, yaitu 1) Jenis bantuan saprodi dan teknologi yang diberikan berdasarkan tipe kawasan (pertumbuhan, pengembangan, dan pemantapan) dan lokasi (pulau Jawa dan di luar pulau Jawa), 2) Setiap kawasan dalam 1 kabupaten minimal seluas 500 ha, 3) Setiap kawasan dalam kabupaten terbagi ke dalam unit–unit SL-PTT (1 unit = 10 ha, terdiri dari 9 ha areal SLPTT dan 1 ha LL), 4) Jenis bantuan yang diberikan yaitu saprodi (pupuk, pupuk hayati, pestisida), pendampingan, papan nama, dan pertemuan kelompok, 5) Bantuan diberikan berupa bansos dengan transfer uang ke rekening kelompok tani, 6) Pendampingan dilakukan oleh petugas, PPL, Dinas setempat, peneliti dan aparat TNI, 1 (satu) pendamping untuk luasan 100 ha, 7 Pertemuan kelompok dilakukan sebanyak 6 kali. Dengan target sasaran produksi yang lebih tinggi, pendampingan diharapkan dapat ditingkatkan, peningkatan pendampingan diupayakan disesuaikan Permentan 45 dan pedum pelaksanaan SLPTT oleh DIRJENTAN yang sedang disusun.

Mw/Aw