Berita » SlNPV, Pengendali Ulat grayak pada Tanaman Kedelai

1-bedjosem-3

Gangguan hama dan penyakit sangat berpotensi mengurangi hasil kedelai. Jumlah hama kedelai mencapai 111 jenis.  Oleh karena itu gangguan hama perlu dikendalikan. Sampai saat ini insektisida kimia masih menjadi andalan pengendalian hama kedelai di tingkat usahatani. Karena berbagai dampak negatif akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat, maka perlu dicari alternatif pengendaliannya, termasuk untuk pengendalian ulat grayak. Telah ditemukan bahwa virus patogen serangga yaitu SlNPV (Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus) merupakan virus yang dapat menyerang berbagai jenis ulat. Ditemukan isolat SlNPV JTM-97c dari Banyuwangi Jawa Timur lebih efektif mematikan ulat grayak sampai 100%. Demikian paparan Drs. Bedjo MP dalam seminar bulanan rutin, Jum’at (27/7) di Aula Balitkabi, yang dihadiri oleh peneliti serta teknisi.

Kajian di laboratorium, SlNPV JTM-97c juga dapat mematikan ulat penggulung daun Lamprosema indicata, ulat jengkal Chrysodeixis chalcites. Keuntungan lain, SlNPV bersifat spesifik, dapat diperbanyak dengan mudah dan praktis, serta tidak berdampak negatif terhadap musuh alami.

Menanggapi pemaparan materi Pak Bedjo, Prof. Astanto (berdiri) mengajukan pertanyaan.

Sampai saat ini telah terkumpul lebih dari 45 isolat SlNPV dari berbagai daerah antara lain Lampung, Sumatera Selatan, dan Jawa. SlNPV telah dapat diformulasi dalam kaolin dengan nama VirGra. Namun, kelemahan SlNPV adalah rentan terhadap sinar matahari yang dapat menurunkan efektifitasnya, dan tidak bersifat “knock down”.

Untuk luas 1 ha diperlukan 2-3 g/l (bentuk formulasi) dengan volume semprot 600-700 l/ha dan perlu memperhatikan fase pertumbuhan tanaman. Waktu aplikasi yang tepat adalah pada sore hari saat sinar matahari sudah redup.