Berita » Sosialisasi dan Pelatihan Auditor Internal SNI ISO 9001:2015

Sebagai instansi pemerintah yang memiliki tugas melayani masyarakat terkait penelitian aneka kacang dan umbi, pemahaman akan standarisasi sangat penting dipelajari oleh staf ASN maupun non ASN di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Sistem manajemen mutu pelayanan merupakan dasar bagi suatu organisasi untuk meminimalisir dan mendeteksi resiko yang terjadi selama proses pelayanan.

(Plt. Kepala Balitkabi) Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. pada acara sosialisasi SNI ISO 9001:2015

(Plt. Kepala Balitkabi) Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. pada acara sosialisasi SNI ISO 9001:2015

Sebagai salah satu upaya dalam mendukung pemahaman tentang sistem manajemen mutu, Balitkabi menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan SNI ISO 9001:2015 pada tanggal 24 Desember 2021 dengan narasumber dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) secara daring. Dipimpin oleh Plt. Kepala Balitkabi (Dr. Ir. Titik Sundari, M.P.), acara dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha, Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian, Ketua Kelti, PPK, Koordinator IP2TP lingkup Balitkabi, serta beberapa peneliti dan teknisi.

Balitkabi telah memperoleh akreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO SNI 9001:2008 pada tahun 2010, kemudian migrasi ke SMM SNI ISO 9001:2015 pada tahun 2017. “Sebagai upaya untuk menyegarkan kembali tentang SMM bagi auditor internal Balitkabi serta untuk mengenalkan SNI ISO 9001:2015 kepada calon auditor, oleh karena itu diharapkan semua peserta dapat memahami sosialisasi hari ini”, ujar Titik.

Keluarga ISO 9000 sendiri ada empat macam, yaitu ISO 9000:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu Dasar-Dasar dan Kosakata, ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 9004:2018 tentang Manajemen Mutu – Mutu Organisasi – Panduan Mencapai Sukses Berkelanjutan, dan ISO 19011:2018 tentang Pedoman Audit Sistem Manajemen.

Riska Rozida Bastomi, S.TP. dari BSN (kanan) mensosialisasikan SNI ISO 9001:2015 secara daring

Riska Rozida Bastomi, S.TP. dari BSN (kanan) mensosialisasikan SNI ISO 9001:2015 secara daring

“Dengan menerapkan SNI ISO 9001:2015, SMM lembaga pelayanan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan keefektifan sistem secara berkelanjutan”, ujar Riska Rozida Bastomi, narasumber sosialisasi dari BSN.

SNI ISO 9001 diperlukan untuk mendemonstrasikan kemampuan suatu organisasi secara konsisten dalam menyediakan produk dan jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan perundang-undangan, sehingga akan dicapai kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif. Pengelolaan proses dan sistem dapat dicapai dengan menggunakan siklus Plan, Do, Check, Act atau disingkat PDCA.

Siklus ini fokus pada pemikiran berbasis resiko dengan tujuan mengambil keuntungan dari peluang dan mencegah hasil yang tidak diinginkan.
Plan merupakan kegiatan menetapkan tujuan dari sistem dan proses, sumber daya yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang dibutuhkan oleh pelanggan, selain itu juga untuk mengindentifikasi dan mengatasi risiko dan peluang.

Do adalah menerapkan yang telah direncanakan. Check adalah kegiatan memonitor, mengukur produk/jasa terhadap kebijakan, tujuan, persyaratan dan kegiatan yang direncanakan serta melaporkan hasil. Act adalah mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja.

Pemikiran berbasis resiko diperlukan untuk meningkatkan/memperbaiki pengelolaan, menetapkan budaya peningkatan yang pro aktif, membantu kesesuaian, memastikan konsistensi mutu produk dan jasa serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pemikiran berbasis resiko juga dapat digunakan untuk menentukan prioritas dalam mengelola proses, sehingga dapat menentukan perencanaan yang akan diambil sesuai dengan sasaran yang akan kita capai.

Siklus Plan meliputi konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dan dukungan. Empat elemen ini akan menentukan Do atau tindakan apa yang akan dilaksanakan pada tahap operasi. Setelah itu perlu dilakukan Check melalui pemantauan, pengukuran analisis dan evaluasi, audit internal serta tinjauan manajemen. Tahap terakhir adalah Act, untuk peningkatan berkelanjutan dengan melihat hasil dari audit dan evaluasi serta menentukan tindakan korektif dari ketidaksesuaian yang ditemukan.

Selain sosialisasi SNI ISO 9001:2015, juga disampaikan SNI ISO 19011:2018 tentang Pedoman Audit Sistem Manajemen. Audit dapat dilaksanakan terhadap serangkaian kriteria audit, secara terpisah atau kombinasi.

Jenis audit terdiri dari dua: audit kombinasi, yaitu audit yang dilaksanakan bersama terhadap satu Auditi untuk dua atau lebih sistem manajemen, dan audit bersama, yaitu audit yang dilaksanakan terhadap satu Auditi oleh dua atau lebih organisasi/pihak pelaksana audit.

Prinsip yang harus dipegang ketika melaksanakan audit antara lain:

  • Integritas, yaitu jujur, bertanggungjawab, tidak berpihak, dan berdasarkan kompetensi
  • Presentasi yang adil, yaitu memaparkan kebenaran hasil audit serta akurat
  • Profesional, yaitu berhati-hati dalam menjalankan audit dan menjaga kepercayaan klien
  • Kerahasiaan dengan cara melindungi informasi yang diperoleh dari Auditi
  • Independensi, objektif serta bebas dari bias dan konflik kepentingan
  • Pendekatan berbasis bukti dengan cara menggunakan metode yang rasional untuk mencapai kesimpulan audit yang handal dan dapat diulang dengan proses audit yang sistematis, serta hasil audit dapat diverifikasi
  • Pendekatan berbasis resiko, untuk memastikan audit fokus pada hal yang signifikan bagi klien dan mencapai tujuan audit

Kesimpulan audit harus mampu menjawab tujuan audit, oleh karena itu tim audit perlu berunding terkait evaluasi temua audit dan informasi lain yang relevan, menyepakati kesimpulan audit dengan mempertimbangkan ketidakpastian dalam proses audit, menyiapkan rekomendasi serta mendiskusikan tindak lanjut audit.

Peserta sosialisasi terdiri dari staf ASN maupun non ASN Balitkabi

Peserta sosialisasi terdiri dari staf ASN maupun non ASN Balitkabi

AA