Berita ยป Sosialisasi Pusat Riset Akabi

a_24_pui

Inovasi menjadi salah satu penyebab masih rendahnya indeks daya saing (global competitiveness index) bangsa Indoensia. Bahkan di tingkat regional (Asean) posisi Indonesia berada pada posisi agak rendah. Pemacuan IPTEK yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir, mampu mengangkat posisi indeks daya saing Indonesia pada peringkat 38 pada tahun 2013, dari sebelumnya, tahun 2009, berada di peringkat 54. Pembentukan dan pemacuan kelembagaan riset untuk ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) diharapkan akan memacu peningkatan jumlah inovasi yang dihasilkan oleh peneliti dan perekayasa.


PUI merupakan suatu organisasi baik berdiri sendiri maupun bersinergi dengan organisasi lainnya (konsorsium) yang melaksanakan kegiatan-kegiatan riset spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna iptek. Balitkabi sebagai salah satu lembaga riset telah mengajukan penetapan sebagai salah satu PUI dengan ruang lingkup Pusat Riset Aneka Kacang dan Umbi. Proses fact finding telah dilakukan pada tanggal 10 Juli 2014.

Untuk menyatukan langkah pemahaman PUI, 14 Juli 2014 di Aula Balitkabi, dilakukan Sosialisasi PUI kepada peneliti, teknisi, dan pejabat di kalangan Balitkabi. Sosialisasi yang disampaikan oleh Muchlish Adie diawali dengan penyampaian materi Sosialisasi yang telah disampaikan di Balitbangtan (24 April 2014) oleh Kedeputian Bidang Kelembagaan dari Kementerian Riset dan Teknologi, diteruskan dengan Performa Proposal dan Borang PUI usulan Balitkabi. Juga disampaikan tugas peneliti setiap tahunnya sehubungan dengan persyaratan minimal yang harus dipenuhi baik sebagai nominee PUI maupun setelah penetapan PUI untuk Balitkabi. Pemenuhan persyaratan sangat terkait dengan output penelitian seperti jumlah minimal publikasi jurnal internasional, makalah pada jurnal nasional terakreditasi, jumlah paten dsbnya.

Diskusi banyak mengarah kepada penetapan ruang lingkup PUI untuk Balitkabi, perubahan mindset kepenelitianan untuk menghasilkan output, penguatan database, dsbnya. Semuanya berpulang kepada komitmen pimpinan dan komitmen warga Balitkabi, khususnya para peneliti. Bangkitlah dan produktiflah peneliti Balitkabi.

MMA/AW