Berita ยป SPI Balitkabi Menuju Pelayanan Publik Prima

Pada 24-26 Juni 2014, Inspektorat Jenderal melakukan pembinaan SPI lingkup Kementerian Pertanian dengan tema “SPI Andal-Pelayanan Prima: 4 Target Sukses Pembangunan Pertanian tercapai Optimal”, diikuti lebih dari 300 peserta dari UPT di bawah Kementan. Balitkabi mengirimkan Dr Yusmani Prayogo (Ketua Satlak PI) dan Arif Musaddad (anggota SPI). Tujuan pembinaan SPIP Kementan pada tahun ini adalah mengutamakan pelayanan prima untuk mencapai 4 target sukses pertanian secara andal. Kegiatan pembinaan diawali dengan sambutan Inspektorat Jenderal oleh Plt. Sekretaris Itjen Ir. R. Azis Hidayat, MM yang memaparkan selayang pandang kegiatan SPI tahun 2013 di berbagai UPT lingkup Kementan. Dalam pembinaan SPI kali ini mengusung beberapa narasumber yang memaparkan berbagai hasil kegiatan SPI di UPT masing-masing yaitu sebagai berikut; (1) Pelayanan Publik Walikota Surabaya (Ir Tri Risma Harini MT), (2) Peran Komisis Ombusdman RI dalam Pengendalian Layanan Sektor Publik (Ketua Ombusdman Indonesia), (3) Pelayanan Publik Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Pelatihan Pertanian (Ir Suharyono MSi Kapus PVT), (4) Komitmen Pimpinan “Pengendalian Inten Guna Wujudkan Pelayanan Prima dan Review SPIP (Inspektorat Jenderal), (5) Pelayanan SDM (Ka BBPP Ketindan), Sertifikasi Mutu Benih (Ka BBPPTP), (6) Pelayanan Litbang (Ka BB Padi), (7) Pelayanan Perbibitan (Ka BBPTU Sapi Perah Baturaden), (8) Pelayanan Karantina Pertanian (Ka BB Karantina Pertanian Surabaya). Pada hari kedua, mulai pukul 13.00-17.00 WIB dilakukan workshop secara terpisah untuk penyusunan juknis SPI pelayanan yang dibagi ke dalam lima kelompok yaitu; (1) Pelayanan SDM, (2) Sertifikasi Mutu Benih, (3) Pelayanan Litbang, (4) Pelayanan Perbibitan dan (5) Pelayanan Karantina Pertanian. Dari kelompok Pelayanan Litbang yang diworkshokan adalah hasil pelaksanaan SPI di UPBS Balai Besar Tanaman Padi. Hasil workshop setengah hari telah tersusun juknis SPI di UPBS dan telah mengalami pembaharuan atau revisi dari hasil masukan berbagai peserta. Hasil revisi dipaparkan oleh Dr Yuliantoro Baliadi, mewakili, Ka BB Padi. Dari lima unsur SPI yang telah direvisi mengindikasikan bahwa pada unsur 1 (lingkungan pengendalian) terdapat tambahan yaitu pada misi UPBS, yaitu: (a) meminimalis adanya komplain dari pengguna benih dan (2) mempertahankan atau memperoleh sertifikasi produksi benih sumber dari ISO SMM 9001-2008. Kedua revisi ini dimasukkan karena dalam tema SPIP kali ini adalah mengutamakan pelayanan prima dan andal. Hal ini harus dilakukan karena Litbang sebagai penghasil benih inti (sumber). Kualitas benih sumber harus benar-benar prima karena akan ditanam dan dikembangkan oleh penangkar atau ditanam petani. Karena jika, karena kualitas benih tidak terjamin dan muncul komplain sesungguhnya telah terjadi inefisiensi: dalam waktu dan biaya. Tambahan misi tersebut harus diutamakan karena sesuai cita-cita Kepala Badan Litbang Pertanian bahwa UPBS Badan Litbang harus high profile sehingga produk yang dihasilkan bagus tanpa cacat sedikitpun.
Dr Yuliantoro Baliadi (kiri) mewakili pemaparan pelayanan UPBS Balitbangtan dan Dr Yusmani Prayogo Ketua Satlak PI Balitkabi (kanan)Y. Prayogo/AW