Berita ยป Staf Balitkabi Ikuti Kuliah Tamu Prof. Maurice

alfi_1-13_1

Empat staf Balitkabi, Alfi Inayati M.S., Apri Sulistyo M.S.,Dr Heru Kuswantoro, Kurnia Paramita, S.P., mengikuti KuliahTamu Prof. Maurice, S.B Ku, PhD, National Chiayi University, Taiwan di Fakultas Pascasarjana Fak. Pertanian Universitas Brawijaya, 22 Januari 2013.Prof. Maurice untuk memberikan kuliah umum tentangApplication of Modern Technology in Improving Crop Productivity. Prof. Maurice yang menyelesaikan S2-nya di Jepang dan S3 di Amerika ini membawakan materi berjudul: Engineering Rice to Perform C4 Photosynthesis: a Dream or Reality.

Dalam paparannya Prof. Maurice menjelaskan apabila kita mampu mantransfer gen-gen pengatur fiksasi karbon yang ada pada tanaman C4 ke tanaman pangan golongan C3 seperti padi tentu akan memberi manfaat besar bagi manusia. Tanaman C4 disebutkan mampu beradaptasi lebih baik dibandingkan tanaman C3 di lingkungan dengan temperatur tinggi, kekeringan, dan pada kondisi terbatasannya nitrogen atau karbondioksida. Tanaman C4 memiliki anatomi daun yang unik yang disebut anatomi Kranz. Struktur ini mempunyai sel-sel budle sheath yang mempunyai kemampuan menangkap karbon dioksida dan mengurangi fotorespirasi. Prof. Maurice mengilustrasikan pada padi C4, tanaman akan lebih efisien dalam fotosintesisnya sehingga mampu menghasilkan bulir padi lebih lebih banyak pada kondisi tercekam air (kering) dan hara yang rendah.

Pada sesi tanya jawab Dr. Heru Kuswantoro menanyakan bagaimana peluang penyisipan gen-gen pengatur C4 ke tanaman kedelai. Prof. Maurice menjelaskan bahwa peluangnya selalu ada meskipun pada tanaman kedelai relatif sulit dan kompleks dibandingkan pada padi. Mengubah fotosintesis tanaman C3 menjadi C4 akan mengubah anatomi daun, biokimia fotosintesis, fisiologi tanaman dan tentunya gen-gen tanaman. Untuk mengubahnya Prof. Maurice menjelaskan dibutuhkan setidaknya 6 gen untuk disisipkan. Teknologi transfer gen saat ini telah memungkinkan untuk melakukan penyisipan dua gen sekaligus dalam satu kali proses, sehingga bukan tidak mungkin melakukan penyisipan 6 gen sekaligus di masa yag akan daaing. Meskipun Prof. Maurice belum dapat memberikan secara pasti seberapa besar peningkatan hasil akibat pemanfaatan teknologi ini karena beragamnya teknik budidaya di lapang, namun dampak pemanfaatan teknologi ini di masa yang akan datang akan sangat penting terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.



Prof. Maurice menyampaikan masalah berkaitan dengan masalah fotosintesis pada tanaman C3 yang dapat diatasi dengan
transfer gen pengendali fotosintesis tanaman C4.




Dr. Heru Kuswantoro bertanya tentang peluang transfer gen C4 untuk tanaman kedelai
Dilaporkan oleh: Alfi, Apri, Heru, Mita/AW