Berita » Staf Balitkabi Ikuti Workshop Manajemen Penyakit Kacang Tanah di Vietnam

International Crop Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) berkolaborasi dengan Oil Crops Research Institute (OCRI-CAAS) China, dan Plant Protection Research Institute (PPRI-VAAS) Vietnam mengadakan International Workshop on Management of Groundnut Diseases, bertempat di PPRI, Vietnam pada 12–14 Mei 2014. Workshop ini diikuti oleh sekitar 20 peneliti dari negara-negara anggota Working Group on Bacterial and Soil Borne diseases seperti India, China, Thailand, Indonesia, dan Vietnam. Balitkabi mengirimkan Alfi Inayati, M.P. Workshop bertujuan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai status terkini penyakit layu bakteri dan penyakit tular tanah serta pengendaliannya di negara-negara peserta, tukar menukar informasi tentang penyakit-penyakit pada kacang tanah dan pengendaliannya terutama yang berkaitan dengan ketahanan tanaman terhadap penyakit, serta pelatihan diagnosis penyakit-penyakit kacang tanah dan cara pengendaliaannya dengan praktik langsung di lahan petani.Workshop dibuka oleh direktur PPRI, Dr. Pham Thi Vuong dilanjutkan oleh Prof. Liao Boshou peneliti ahli dari Oil Crops Research Institute (OCRI-CAAS) China selaku penyandang dana. Acara dilanjutkan dengan pemaparan status penyakit-penyakit kacang tanah di Vietnam (oleh Dr. Trinh Xuan Hoat), Status report from China (Dr. Yan Liying), dan Status report from India Dr. Hari Sudini/DGR Representative. Siang hari diisi pemaparan dari pemakalah kunci tentang Genomics assisted breeding for improved disease resistance in groundnut ( Dr. Janila), Progress of breeding for disease resistance in groundnut in China (Dr. Liao Boshou), Aflatoxin contamination in groundnut-Occurrence and Diagnostics (Dr. Farid W), dan Introgression of a major QTL for resistance to rust into three popular varieties of peanut using MABC approach (Dr. Janila). Acara hari pertama ditutup dengan diskusi terbuka dan kunjungan ke laboratorium yang ada di PPRI. Hari kedua diisi denga pemaparan tentang Integrated management of pre- and post-harvest aflatoxin contamination of groundnut (Dr. Farid W), dan Inoculation and screening techniques for important groundnut diseases (Dr. Hari Sudini), Adopting Purdue Improved Crop Storage (PICS) for sustained safety in groundnut storage, dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai kerjasama antarnegara Asean di masa yang akan datang. Acara hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Vietnam Academy of Agricultural Science (VAAS). Hari ketiga diisi dengan kunjungan lapang ke sentra produksi kacang tanah di Huang Canh town, Binh Xuyen district, Vinh Phue Province. Pada kunjungan lapang yang dipandu oleh Dr. Liao Boshou ini ditemukan penyakit kudis pada kacang tanah yang disebabkan oleh Sphaceloma arachidis yang sebelumnya tidak ditemukan di Vietnam namun telah mulai banyak ditemukan di China. Banyak pelajaran dan informasi yang diperoleh dari wokshop ini dan yang lebih penting adalah terbukanya peluang kerjasama antarnegara dalam manajemen dan upaya-upaya pengendalian penyakit pada kacang tanah. Semoga tambah bermanfaat.

Para peserta workshop dari India, China, Thailand, Indonesia, dan Vietnam (kiri). Dr. Liao Boshou dari OCRI-CAAS, China, sedang memberikan penjelasan tentang penyakit-penyakit pada tanaman kacang tanah (kanan).

Gejala penyakit kudis pada kacang tanah (kiri), penyakit ini menyebabkan berkurangnya polong normal pada kacang tanah (kanan).

A. Inayati/AW