Berita » Staf Peneliti Ramaikan Panen KRPL di Secuil Halaman Balitkabi

marwoto_kabal

Jumat, 22 Juni 2012, limabelas menit sebelum sholat Jumat menjadi siang yang membahagiakan banyak orang di Balitkabi. Tapi yang paling bahagia mungkin Pak Wasito. Ada apa? Puluhan staf peneliti dan administrasi berkumpul dan ramai-ramai memanen sawi di beberapa bedeng KRPL di secuil halaman depan Kantin Balitkabi. Para staf, hampir semuanya ibu-ibu, berebut memanen setelah Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi, dan Prof Marwoto, Ketua Program Balitkabi, secara simbolis mencabut beberapa rumpun sawi dan mengacungkan sawinya ke para ibu-ibu. Suasananya sangat segar dan menggembirakan. Panen bersama di kebun sendiri, beramai-ramai.

 


Memanen itu menyenangkan dan menggembirakan: suasana panen KRPL di secuil halaman Kantor Balitkabi (kiri).
Pak Wasito Adi dan Ka Balai Dr Muchlish Adie siap menggembirakan panen bersama (kanan)
.

Meski para ibu-ibu gembira, panen gratis sayur sawi, namun yang paling senang adalah Pak Wasito. Beberapa bedeng sawinya memang ludes dipanen, diikat, dibawa pulang rekan-rekan sekantornya. Namun dialah yang membedeng, menanam, hingga menyiram, dan memupuk. Jadi karena itu muncul kegembiran padanya. Jerih payahnya memberi manfaat dan kegembiraan bagi rekan-rekannya. “Rasanya senang melihat kegembiraan mereka memanen” tuturnya. “Sebab jika dipanen Senin depan akan sudah relatif tua dan alot” imbuhnya. Jadi memberi manfaat pada orang lain menimbulkan kegembiraan bagi pak Sito.


Secuil halaman Balitkabi dimanfaatkan untuk KRPL (kiri atas). Bu Heni dan kawan-kawan saat panen bersama (kanan atas).
bu Runik, bu Alfi, bu Harda, dan bu Mita siap bawa pulang hasil panen! (kiri bawah). Kegembiraan itu karena manfaat bersama (kanan bawah).

Nah! Jika kemudian kita menanam aneka sayur di rumah kita, di lingkungan kita, di kampung kita alangkah bermanfaatnya. Awalnya untuk kebutuhan kita sendiri. Jika lebih kita amalkan pada tetangga kita, jika agak banyak kita jual di lingkungan kita. Alangkah bermanfaatnya kehidupan kita. Toh seperti KRPL yang digarap Pak Wasito, gak butuh lahan luas, bahannya murah, prosesnya sederhana, bahkan bisa dari bahan sisa-sisa. Jadi siapa yang mulai duluan?

Mari kita sebarkan Program Badan Litbang Pertanian, Kawasan Rumah Pangan Lestari, benar-benar kaya manfaat dan hijaukan lingkungan kita.