Berita ยป Stewardship Jagung PRG PT Branita Sandhini di Balitkabi

stewardship1

Sesuatu yang baru senantiasa memunculkan pro dan kontra. Demikian juga pada tanaman budidaya produk rekayasa genetik (PRG). Untuk menjawab kekhawatiran tentang dampak jagung rekayasa genetik, sebelum dilepas ke masyarakat, diperlukan kajian mendalam agar diperoleh informasi yang jelas sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran. Kajian tersebut juga merupakan amanat peraturan yang harus dilaksanakan (persyaratan regulasi).Untuk tujuan itu Balitkabi menggalang kerjasama dengan PT Branita Sandhini (Monsanto) yang merupakan produsen jagung PRG.

Untuk mengawal kerjasama kajian jagung PRG ini maka pada Jumat (27/7) dilaksanakan acara Stewardship Jagung PRG di Balitkabi. Hadir dari Perwakilan PT Branita Sandhini, Ir Ibnu Amin Ridwan MSi (Technology Manager), Ir Didik Sudihardo (Seed Production Research) dan Annis Indriastuti SP (Seed Production Research). Dari Balitkabi selain Dr Muchlish Adie, hadir juga Dr Yusmani Prayogo (peneliti, Kepala Seksi Pelayanan Teknik), Kepala dan Staf KP Jembegede dan KP Kendalpayak.

Pada acara pembukaan Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi, menyampaikan terima kasih kepada PT Branita Sandhini yang telah memercayai Balitkabi ikut bergabung dalam proyek tersebut. Jagung PRG, papar beliau, bukan segala-galanya, namun merupakan salah satu alternatif terobosan untuk mengatasi kepelikan serangan hama dan peningkatan produksi. Pada kesempatan itu juga Pak Muchlish minta kepada seluruh tenaga yang terlibat dalam kegiatan lebih profesional sehingga hasil yang akan diperoleh optimal dan memuaskan semuanya, khususnya mitra kerja Balitkabi.

Topik yang disampaikan oleh PT Branita Sandhini meliputi; (1) Pengujian lapangan terbatas (LUT) stewardship, (2) protocol trial dan (3) field assesment. Pak Ibnu menjelaskan beberapa persyaratan pelaksanaan uji adaptasi jagung PRG antara lain: lahan harus ada ada pagarnya untuk mencegah: (1) orang lain masuk dan mengambil material, (2) binatang dari luar masuk yang dikhawatirkan makan material lalu kemudian masuk ke dalam rantai makanan, serta (3) mencegah material pindah dari lokasi kajian, dan (4) di dalam lahan ada material yang belum di-approve sehingga harus dijaga ketat.

Pada tahun 2012, PT Branita Sandhini memercayai Balitkabi untuk menguji jagung PRG Stacked MON89034xNK603. Pengujian lapangan terbatas dilaksanakan di KP Kendalpayak. Jagung Stacked MON89034xNK603 ini dibekali dengan gen tahan hama penggerek batang (Ostrinia furnacalis) yang merupakan salah satu hama sangat penting pada tanaman jagung. Selain itu, jagung tersebut juga dibekali dengan gen ketahanan glifosat sehingga cukup potensial jika dikembangkan di Indonesia sebab di Amerika Serikat jagung ini sudah dikomersialkan.


Ir Ibnu didampingi Bu Annis dan Pak Didik memaparkan kronologis pelaksanaan uji adaptasi jagung PRG.

Dari penelitian tahap pertama sebagaimana telah dilaporkan oleh Dr Yusmani Prayogo (peneliti Entomologi Balitkabi) diketahui bahwa populasi serangga non-target sangat berlimpah terutama kelompok predator dari ordo Coleoptera dan Araneida. Jenis serangga predator yang berlimpah antara lain: Paederus sp., Coccinella sp. dan Oxyopes sp. dengan populasi yang cukup tinggi dan tidak berbeda nyata dengan kelimpahan serangga predator pada lahan pertanaman jagung konvensional. Artinya, jagung PRG yang dikhawatirkan berbagai kalangan akan mengubah ekosistem ternyata tidak terbukti, karena tidak terjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bahkan perlu diketahui bahwa hampir seluruh pertanaman jagung PRG tersebut tidak terserang hama penggerek, menurut data yang dipaparkan Dr Yusmani hanya 1 batang yang terindikasi serangan penggerek dari hampir 8.000 tanaman. Sementara itu, pada tanaman konvensional ditemukan hampir 50% tanaman terserang penggerek batang sehingga jagung PRG tersebut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan.

Atas dasar keberhasilan kajian tersebut maka pada MK II 2012 PT Branita Sandhini menambah materi uji adaptasi beberapa galur tetua PRG MONSANTO NK603 dan Stacked MON89034xNK603. Kajian akan dilaksanakan di KP Kendalpayak dan KP Jambegede.


Kepala Balitkabi, Dr Yusmani, serta Kepala dan teknisi KP Kendalpayak dan KP Jambegede saat diskusi stewardship
Jagung PRG dengan Perwakilan PT PT Branita Sandhini (Monsanto).