Berita » Strategi Percepatan Realisasi Belanja Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2021

Kepala Biro Umum dan Pengadaan (Kemtan) memimpin rakor 4 Agustus 2021

Kepala Biro Umum dan Pengadaan (Kemtan) memimpin rakor 4 Agustus 2021

Dalam rangka percepatan pengadaan barang/jasa tahun 2021, Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian, 4 Agustus 2021, melakukan rapat koordinasi secara daring tentang Tender/Seleksi/Penunjukan Langsung yang telah direncanakan pada SiRUP, serta percepatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan penyerapan anggaran. Pertemuan diikuti oleh seluruh PPK dan Pokja lingkup Sekretariat Jenderal/Inspektorat/Direktorat Jenderal/Badan Kementerian Pertanian, termasuk PPK dan Pokja Pemilihan Balitkabi hadir pada pertemuan tersebut.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kemtan, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., MP., menyampaikan hal penting yang terkait dengan evaluasi Pengadaan Barang/Jasa pada Semester I antara lain: seluruh PPK lingkup Badan Litbang Pertanian diharapkan untuk mencermati ulang terkait kepatuhan penayangan belanja di SiRUP. Hal ini terkait dengan adanya beberapa kali refocusing anggaran, maka input data di SiRUP juga harus disesuaikan dengan pagu DIPA terakhir.

Terkait realisasi pengadaan barang/jasa, PPK diminta juga untuk selalu mencatatkan melalui LPSE apapun jenis pengadaannya, baik itu Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung maupun Swakelola. Selain itu, juga diharapkan lebih banyak melaksanakan belanja secara e-purchasing dengan produk yang ditayangkan pada katalog elektronik. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk menaikkan Indeks Tata Kelola Pengadaan yang sampai saat ini masih tergolong rendah.

Terkait percepatan penyerapan pada tahun anggaran 2022, Akhmad Musyafak mendorong PPK dan Pokja untuk mengajukan paket tender pra-DIPA TA 2022 yang pelaksanaannya dapat dimulai sejak Oktober 2021. Pesan khusus yang disampaikan adalah untuk lebih banyak berbelanja pada UMKM, serta kewajiban untuk berbelanja produk dalam negeri dan berbelanja produk yang sudah mempunyai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) > 40% dibandingkan dengan produk impor. Hal tersebut ditekankan sebagai cara untuk mendongkrak perekonomian nasional.

ELY

serap serap2
Salah satu tayangan rakor (kiri) dan peserta rakor secara daring (kanan)