Berita » Sulawesi Tengah Bertekad Kembangkan Penangkar Benih Kedelai

Narasumber pada temu teknis Inovasi Pertanian, Palu, 19 April 2018

Narasumber pada temu teknis Inovasi Pertanian, Palu, 19 April 2018

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berusaha menjadikan daerah ini mampu berkontribusi secara nyata terhadap penyediaan kedelai dalam negeri, menuju swasembada kedelai nasional. Hal tersebut disadari bahwa pangan olahan berbahan baku kedelai (terutama tempe dan tahu) sangat digemari masyarakat Sulteng.

Langkah awal yang ditempuh adalah penumbuhan dan pengembangan penangkar benih kedelai, agar dalam rangka pengembangan produksi komoditas ini nantinya benih bermutu dapat disediakan sendiri dari daerah setempat, atau tidak perlu mendatangkan dari daerah lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPTP Sulteng, Dr. Andy Baso Lompengeng Ishak, dalam sambutannya pada acara Temu Teknis Inovasi Pertanian di Aula BPTP Sulteng, 19 April 2018. “Acara ini lebih ditekankan untuk mendekatkan peneliti dengan penyuluh dan untuk lebih mempererat hubungan antara penyuluh BPTP setempat dengan penyuluh di daerah,” ujar Dr. Andy. Dengan demikian, inovasi pertanian yang dihasilkan akan lebih cepat sampai dan dimanfaatkan oleh petani.

Peserta acara sebanyak 100 orang, terdiri dari peneliti dan penyuluh BPTP Sulteng, penyuluh dan petani maju, serta penyuluh swadaya Provinsi Sulteng. Terkait dengan gagasan tesebut di atas, salah satu materi yang dipilih dari enam materi yang disampaikan pada acara Temu Teknis ini adalah mengenai Teknologi Produksi Benih Kedelai, dengan narasumber dari Balitkabi yakni Prof. Dr. Didik Harnowo. Disampaikan pula secara singkat mengenai prinsip-prinsip pengelolaan pascapanen dalam menghasilkan benih kedelai bermutu tinggi, sekaligus agar benih kedelai mampu disimpan cukup lama, minimal 6 bulan.

Peserta temu teknis Inovasi Pertanian, Palu, 19 April 2018

Peserta temu teknis Inovasi Pertanian, Palu, 19 April 2018

Selain temu teknis, dilakukan pula kunjungan ke penangkar pemula (Kelompok Tani Pompelana) di Desa Sidera, Kec. Biromaru, Kabupaten Sigi. Ketua Kelompok Tani Desa Sidera adalah Pak Karmin, sekaligus sebagai penangkar benih kedelai. Tim kunjungan terdiri atas Prof. Dr. Didik Harnowo, penyuluh BPTP Sulteng (Dr. Herawati dan Risna, SST.), Kepala BPP Biromaru (Sri Winarti, S.P.) dan Penyuluh Desa setempat (Taufik, S.P.).

Pak Karmin menyatakan baru pertama kali melaksanakan penangkaran benih kedelai, sekitar 1,5 ha varietas Anjasmoro. Dari luasan 0,5 ha yang sudah panen diperoleh 0,6 ton calon benih bersih dan saat ini menunggu hasil uji laboratorium di BPSB setempat. Pak Karmin telah melakukan prosesing calon benih cukup baik, terbukti calon benih hasil sortir cukup bersih dengan ukuran benih cukup seragam, meskipun kadar air benih diperkirakan masih sekitar 11−12%.

Di rumah Pak Karmin (penangkar) Di lahan produksi benih kedelai

Di rumah Pak Karmin (penangkar) Di lahan produksi benih kedelai

DH