Berita ยป Sulsel Menuju Swasembada Benih Kedelai

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu contoh daerah yang digagas mampu berswasembada benih kedelai. Optimisme mengenai hal tersebut sudah nampak di mana benih kedelai bersertifikat telah mampu diproduksi di daerah ini, misalnya di Kabupaten Pangkep, Wajo, Bone, Soppeng dan lain-lain, mengikuti Sistem Jabalsim (Jalinan Arus Benih Antar Lapang dan Musim).

Hal itu disampaikan oleh Penanggung Jawab Upsus PJK Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Fadjri Jufri, Msi, dalam sambutannya pada acara panen raya kedelai varietas Anjasmoro calon benih SS (benih sumber FS dari Balitkabi Malang) oleh BPTP Sulsel di Kelurahan Balleanging Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu 29 Juli 2015 pada hamparan pertanaman produksi benih kedelai sekitar 400 ha.

Kerja keras para petani di daerah ini dalam budidaya kedelai dinilai cukup berhasil, yakni berdasarkan hasil ubinan produktivitas kedelai mencapai 2,4 t/ha dengan kondisi pertanaman sedikit kekurangan air, melampaui rata-rata nasional yakni 1,4 t/ha, tambah Dr. Fadjri.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (Ir. Harun B., Msi.) dalam sambutannya mewakili Bupati Pangkep antara lain menyatakan terima kasih kepada para pejabat Kementerin Pertanian dari Pusat yang telah berkenan hadir pada acara ini, termasuk dalam pembimbingan dan pendampingan petani setempat yang telah dilakukan secara baik.

Harun menyatakan pula bahwa teknologi pertanian terkini yang spesifik lokasi sangat diperlukan di wilayah ini dalam rangka meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian dalam rangka swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Harga hasil pertanian yang layak merupakan faktor yang sangat penting bagi mempertahankan semangat petani berusahatani, tambah Harun. Beliau berharap agar Pemerintah Pusat juga membantu dalam stabilitas harga produk hasil pertanian, terutama saat panen raya agar keuntungan yang diterima petani cukup wajar.

Harun juga mengharapkan agar masyarakat juga belajar dari kejadian-kejadian alam dan menyikapinya dengan bijak, misalnya kapan seharusnya petani harus mulai dan menyelesaikan tanam apabila terjadi pergeseran awal musim hujan.

Produktivitas kedelai di tempat ini diyakini mampu mencapai 3,0 t/ha di masa mendatang, sebagaimana produktivitas yang dicapai pada tahun lalu. Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. I. Made Jaya Mejaya, MSc., mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, dalam sambutannya pada acara ini antara lain menyatakan keyakinannya bahwa Kabupaten Pangkep mampu menjadi daerah sentra perbenihan padi, jagung, maupun kedelai di wilayah Timur Indonesia.

Hal ini terbukti bahwa benih yang dihasilkan di daerah Pangkep sudah terdistribusi ke Propinsi lain, misalnya Sulbar, dll. Dr. Made juga menyampaikan komitmennya bahwa Badan Litbang Pertanian akan terus melakukan display-display varietas unggul baru beserta teknologi pendukungnya untuk dapat diadopsi oleh petani dalam rangka meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian di Indonesia.

Pejabat lainnya yang hadir pada acara panen raya kedelai calon benih kali ini adalah : Dandim Pangkep, Kabid Produksi Dinas Pertanian Propinsi Sulsel, Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Kabupatrn Pangkep, Kepala Balitsereal Maros, Plt. Kepala BPTP Sulsel, dan Kepala Balitkabi Malang. Masyarakat setempat yang hadir pada acara kali ini berjumlah sekitar 200 orang.

30-7-15